Independennews.com | Pemalang – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu, GRIB JAYA Kabupaten Pemalang melakukan aksi gelar pasukan. Aksi tersebut di mulai dari Stadion Mochtar, dan dilanjutkan konvoi menggunakan sepeda motor menuju Desa Pegongsoran, (Minggu 13 April 2025).
Dalam orasinya, Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Pemalang, Muliadi menegaskan jika GRIB JAYA datang untuk membela rakyat kecil. Aksi kali ini pun bertujuan untuk mengawal janji Pemerintah Kabupaten Pemalang, jika tidak akan ada sampah baru di TPA Dusun Pesalakan, Desa Pegongsoran.
Muliadi menyampaikan, jika pemerintah berjanji akan mengubah eks TPA Pesalakan menjadi ruang hijau dan dibangun sport center.
“Pemerintah janji tidak akan ada sampah baru di TPA Pesalakan, dan kami akan terus mengawal janji tersebut, Kami GRIB JAYA hadir menjadi garda terdepan untuk membela warga Pesalakan, bilamana dikemudian hari pemerintah mengingkarinya,”ucapnya
Muliadi juga mengatakan, jika ada provokator yang mencoba memutar balikan fakta. Untuk itu, GRIB JAYA hadir agar tidak ada salah paham antara warga dengan pemerintah.
“Tetapi kalau pemerintah diketahui atau membuang sampah baru di eks TPA Pesalakan, kami bakar mobil sampahnya,” tegasnya.
Lanjut diungkapkan Ketua Grib Jaya Pemalang, bahwa warga sekitar TPA Pesalakan tersebut sudah tiga puluh tahun lebih terdampak. Jadi menurutnya, sudah menjadi kewajiban pemerintah saat ini untuk memberikan reward (penghargaan) bagi masyarakat Dusun Pesalakan, Desa Pegongsoran.
“Saatnya warga terbebas dari provokasi yang menyesatkan, pemerintah harus segera hadir untuk memberikan penghargaan kepada warga sekitar Eks TPA Pesalakan. Berikan mereka fasilitas kesehatan, pendidikan, serta peluang usaha. Dan kami Grib Jaya Hadir mendesak program pembangunan yang pro rakyat segera dilaksanakan,”tukasya
Karena itu, tambah Muliadi, GRIB JAYA DPC Pemalang pada khususnya, dan Ormas GRIB JAYA pada umumnya, siap membentengi masyarakat jika program – program pembangunan pemerintah kedepan bertentangan dan merugikan masyarakat. Ia juga meminta semua pihak harus berkomitmen. Untuk itu GRIB JAYA hadir untuk bermitra dengan Pemerintah, jadi adanya Grip Jaya tidak untuk meresahkan masyarakat, dan siap menjembatani warga Pesalakan dengan pemerintah.
“Kemauan pemerintah seperti apa, dan kemauan warga seperti apa. Jangan sampai di politisir, karena nantinya warga yang menjadi korban,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Istanto, Ketua Badan Permusyawaratan (BPD) Desa Pegongsoran, mengatakan, program Pemkab Pemalang, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya mengakui adanya skeptisisme di antara warga terhadap janji-janji pemerintah mengenai ruang terbuka hijau dan sport center,” ucap Istanto.
“Kami paham, program pemerintah itu bagus, tapi momentumnya belum pas. Setau saya masyarakat Dusun Pesalakan belum sepenuhnya percaya dengan pemerintah saat ini,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Istanto turut menyarankan atau memberikan masukan, agar kembali melakukan komunikasi dengan warga. Karena situasi saat ini, warga masih belum percaya dengan program tersebut.
“Monggo (silahkan), pendekatan kepada warga mungkin dengan door to door,” kata Istanto.
Sementara, Turitno, Kepala Desa Pegongsoran, justru mengaku tidak tahu menahu terkait aksi damai dari Ormas Grib Jaya Pemalang.
“Isu terkait adanya warga untuk menghadang kegiatan dari Ormas Grib itu tidak benar. Bahkan kami pun tidak tau, apa maksud dan tujuan aksi (apel) yang mereka lakukan,” tukasnya.(All Assagaf_&_S Febriansyah)