Cafe Village Suguhkan Penari Striptis, Disinyalir Juga Tempat Transaksi Narkoba ‘Bak Kacang Goreng  

0
156

HAMPARAN PERAK, Belakangan ini perkembangan Kafe di atas tanah garapan garmenia klambir V tumbuh subur, salah satuya cafe Village dengan gaya kemewahannya membuat cafe ini tidak kalah dengan cafe di wilayah kota Medan maupun di wilayah Deli Serdang.

Berdasarkan Investigasi dilapangan, Sabtu (13/11/20) sekitar pukul 23.00 WIB, di Cafe Village tampak pengunjung Cafe Vilage terlihat sangat ramai dikunjungi tamu yang dinominasi kaum pria yang doyan hiburan malam.

Menurut informasi dilapangan yang dihimpun awak media ini bahwa untuk menarik minat para pengunjung, Cafe Village menyediakan hiburan yang disertai dengan penari-penari telanjang (striptis) sehingga sangat diminati para para lelaki hidung belang.

Selain menyediakan penari striptis, Cafe Village juga disinyalir sebagai tempat transaksi jual beli narkoba kepada para tamunya.

“Di Cafe Vilage sebagai sarang peredaran Narkoba, disana nakoba dijual bak kacang goreng,” ujar Sumber yang dipercaya kepada Awak media ini.

Bahkan ditengah penyebaran pandemi Virus corona di wilayah sumatra dan medan sekitarnya termasuk dalam kawasan zona merah, meskipun demikian Cafe Village seakan tidak menghiaruan situasi saat ini, para pengunjung didalam cafe Village tidak mengikuti protokol kesehatan sebagaimana anjuran pemerintah untuk mengantipasi semakin meluasnya penyebaran Virus korona.

“Pengunjung atau tamu cafe Vilage tak mengikuti protokol kesehatan, sehingga sangat rawan menciptakan cluster baru, kita berharap pemerintah dan aparat segera mengambil tindakan paling tidak menutup Cafe Village, karena selain merusak generasi muda juga akan menimbulkan penyebaran Virus Corona yang meluas, sementara kita tau bahwa anggaran untuk menanggulangi Cobid sangat besar sementara masyarakat tak peduli.” Ujar sumber

Sementara itu, salah seorang warga ibu Rumah Tangga Ratna disekitar cafe Village mengaku mereka dengan keberadaan Kafe Vilage sangat meresahkan bahkan sangat mengganggu warga saat tidur malam.

“Jam buka Cafe Village dimulai pukul 20.00 WIB dan berakhir sampai pukul 03.00 pagi dini hari. Sepanjang jam itu warga tidak bisa tidur akibat terganggu kebisangan suara musik yang berasal dari Kafe Vilage, jujur kami memang setiap malam terganggu tidur nya,” ungkap Ratna.

Dikatakan Ratna, bahwa setiap malam sabtu dan malam minggu Cafe Vilage selalu menyuguhkan hiburan penari Striptis bagi para tamu, untuk itu Kepada Aparat penegak hukum, Ratna sangat berharap Discotigue yang dibalut dengan nama Cafe Vilage ini segera dilakukan tindakan.

“Kami minta aparat penegak hukum menutup Dicotique atau Cafe Vilage ini, karena selain menggu lingkungan juga rawan merusak generasi Muda,”pungkasnya

Warga yang berdomisili disekitar Cafe Village di perkampungan klambir V Kecamatan Hamparan Perak atau diatas lahan garapan PTPN, berharap segera ditutup.

”kami sulit tidur,” ucap Ratna (HM)

(Bersambung..,)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here