Hidup Serba Kekurangan, Keluarga Sumiati Hanya Bisa Makan Satu Kali Dalam Satu Hari

0
1005

SAMPANG, Independennews.com_, Maryam (76), janda tua ini tinggal bersama anak perempuannya Sumiati (48) bersama seorang cucunya. Dengan menempati rumah kontrakan keluarga Sumiati bersama ibunya Maryam saat ini hidup serba kekurangan. Bahkan mereka saat ini terancam diusir dari rumah kontrakannya karena mereka tak mampu melunasi uang kontrakan rumah yang mereka tempat saat ini.

Poto Maryam janda tua yang hidup dibawah garis kemiskinan di Kabupaten Sampang
Poto Maryam janda tua yang hidup dibawah garis kemiskinan di Kabupaten Sampang

Rumah kontrakan yang ditempati Sumiati bersama ibunya dengan anaknya terletak di Jalan Imam Bonjol, RT 002/RW 002 Kelurahan Dalpenang, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Karena tak mampu bayar uang kontrakan mereka terancam di usir oleh pemilik rumah.
Sumiati bersama keluarganya, selama ini hidup dibawah garis kemiskinan, untuk makan saja dalam satu hari, hanya bisa satu kali saja, bahkan terkadang dalam satu hari mereka tak dapat makan, mereka hanya bisa minum air putih saja.

“Boro boro mau lanjutin kontrak rumah. Makan saja kami sudah terancam.,” Kata Sumiati ini sambil mengusap air matanya di hadapan awak media ini, Kamis (24/5/17) dirumahnya kontrakanya
Lanjut Sumiati mengatakan bahwa mereka saat ini sudah tak mampu menjalani hidupnya karena penghasilannya dari hasil dagang sayur tak mampu membutuhi kebutuhan mereka bertiga.

” beban hidup semakin berat, kami sudah tak mampu menjalani hidup, untuk memenuhi kebutuhan makan saja terancam.” Ujar Sumiati yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang sayur keliling

Sementara ketika disinggung terkait bantuan pemerintah berupa beras masyarakat miskin (raskin) Sumiati mengaku dirinya tidak pernah mendapatkan beras raskin yang seharusnya buat mereka.

“kami tidak pernah mendapat bantuan beras raskin,”kara Sumiati

Selain itu, kata Sumiati mereka juga tak pernah mendapatkan yang namanya bantuan, bahkan mereka juga belum pernah mendapatkan Jaminan Kesehatan (Jamkesmas) meskipun sudah berulangkali memohon ke kantor kelurahan.

“kami telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan ke kantor vKelurahan setempat. Namun, sejauh ini belum ada yang dapat kami terima” kata Sumiati

Wanita berstatus janda tersebut menambahkan “beberapa waktu lalu, kami dipanggil guru dari sekolah anak saya lantaran belum melunasi uang gedung, tapi kami tidak bisa memenuhi permintaan sekolah karena kami juga sudah lama belum membayar uang kontrakan” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LSM GPN (Generasi Peduli Negeri), Rilis mengatakan bahwa kondisi keluarga Sumiati sepertinya diabaikan oleh pemerintah setempat. Karena selain dia sebagai warga asli kota sampang dia juga merupakan warga yang memang layak untuk di bantu oleh pemerintah.

“kalau Raskin dan Jamkesmas mereka tidak memiliki lantas seperti apa sasaran pemerintah dalam menyalurkan bantuan, bukankah mereka lebih berhak dalam hal tersebut” jelasnya.

Kami harap “semoga kondisi Keluarga Sumiati mendapatkan sentuhan hati nurani Pemerintah Kabupaten Sampang untuk mengulurkan tangannya. Mengingat, keluarga Sumiati ini terancam diusir dan anaknya terancam tidak bisa melanjutkan sekolah” pungkasnya.

(Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here