Hidup Serba Kekurangan, Keluarga ISDEN SINAGA Terima Bantuan dari Satgas Peduli Sesama

0
126

Karimun, Independennews.com -Satuan Tugas (Satgas) Peduli Sesama Kabupaten Karimun menyambangi kediaman Isden Sinaga (65) yang sedang sakit Stroke dan Jantung, warga Telaga Riau RT 08 RW 02 Kelurahan Sungai Lakam Barat Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Kamis (14/2/2019) sore.

Kedatangan Satuan Tugas (Satgas) Peduli Sesama Kabupaten Karimun, mendatangi rumah Isden Sinaga untuk menyerahkan bantuan. Saat ini diketahui Isden hidup bersama isteinya Boru Manalu. Kehidupan pasutri ini hidup serba kekurangan sejak Isden menderita sakit stroke.

Kondisi keluarga Isden yang hidup serba kekurangan mendorong tim satgas peduli sesama kabupaten Karimun mendatangi kediaman Isden sinaga untuk menyerahkan bantuan.

Pembina Satuan Tugas (Satgas) Peduli Sesama IPTU Rizal beserta didampingi Ketua Indra Jaya dan Sekretaris Muljono serta pengurus Satuan Tugas (Satgas) Peduli Sesama mengatakan, bapak Isden dan Istrinya tak punya keluarga. Sehingga yang menafkahi mereka hanya dari hasil pekerjaan istrinya sebagai tukang cuci keliling.

“Kondisi tersebut, Kata Rizal membuat ekonomi keluarga pak Isden serba kekurangan. Kasihan mereka, lebih parah lagi apabila mereka hendak berobat harus mencarter Angkot (Angkutan Kota),” ungkap Kanit Sabhara yang bertugas di Polsek Balai ini.

Sementara Ketua Pembina, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Indra Jaya berharap, semoga apa yang kita diberikan, bisa membantu meringankan beban keluarga Isden Sinaga.

“Bila keluarga butuh sesuatu, ataupun seperti butuh transportasi untuk membawa Isden berobat atau cek ke rumah sakit, kami siap membantu untuk mengantar.” ujarnya

Dia menambahkan, semoga segala program yang direncankan dan segala kegiatan-kegiatan sosial yang akan dilaksanakan Satgas Peduli Sesama Karimun, kedepan, kiranya selalu di Ridhoi dan diberkahi oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Istri Isden Sinaga, boru Manalu mengaku, suaminya menderita sakit sejak Tahun 2012 lalu, semenjak itu suami hanya bisa tertidur, dan tidak bisa melakukan akivitas.

Menyusul kondisi kesehatan suami nya Isden Sinaga, kehidupan mereka sangat kesulitan dalam ekonomi, sebab tulang punggung keluarga sudah tak bisa bekerja.

Saat ini, kata boru Manalu, biaya berobat suaminya dan kebutuhan sehari-hari sulit dia dapatkan. Karena penghasilan keluarga hanya dari hasil bekerja sebagai tukang cuci keliling.

“Untuk menyambung hidup saya bekerja sebagai tukang cuci keliling, hasilnya sangat kurang untuk biaya kebutuhan sehari hari, ” tutur Boru Manalu.

Jika saat ini kami mendapatkan perhatian dari satgas peduli sesama, kami mengucapkan terima kasih banyak.” Saya tak bisa berbicara banyak, hanya saja semoga Tuhan yang Maha Kuasa membalaskan kebaikan bapak bapak.” Kata Boru Manalu. (Razaali)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.