Independennews.com | Taput — Penyusunan Rencana Pengembangan Infrastruktur Kawasan Strategis (RPIKS) kawasan wisata Salib Kasih memasuki tahap penting melalui Forum Group Discussion (FGD) II. Dalam forum tersebut terungkap pemaparan lengkap mengenai progres penyusunan dokumen, desain penanganan kawasan, visualisasi 3D kawasan prioritas, serta pembahasan matriks kolaborasi lintas lembaga.
FGD ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan RPIKS yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST., M.Eng, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa RPIKS tidak boleh dipandang sebagai dokumen perencanaan biasa. Ia menyebutnya sebagai fondasi utama bagi arah pembangunan pariwisata Taput di masa mendatang.
“Penyusunan RPIKS Salib Kasih bukan hanya dokumen teknokratik, tetapi fondasi bagi masa depan pariwisata dan ekonomi masyarakat kita. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen memastikan setiap rencana yang disusun dapat diwujudkan secara terpadu, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Deni.
Deni menambahkan bahwa transformasi kawasan Salib Kasih membutuhkan kesepahaman bersama antara semua pemangku kepentingan—baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, hingga tokoh agama. Ia berharap forum diskusi ini menghasilkan kesepakatan terhadap desain dan langkah strategis terbaik agar kawasan Salib Kasih menjadi destinasi yang tertata rapi, berdaya saing, serta memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.
FGD Hadirkan Kolaborasi Multi-Pihak
FGD tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Taput, Tokoh Agama, Akademisi Perguruan Tinggi, jajaran Direktorat Jenderal Cipta Karya, hingga Tim Teknis Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis Salib Kasih. Peserta mengikuti kegiatan baik secara luring maupun daring.
Setelah pembukaan resmi oleh Wabup, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta menyampaikan masukan konstruktif, mempertanyakan aspek teknis, serta membahas detail perencanaan yang akan menjadi bahan penyempurnaan dokumen RPIKS.
Langkah Menuju Tahap Implementasi
FGD ditutup dengan penyepakatan berita acara sebagai dasar pelaksanaan tahap lanjutan penyempurnaan dokumen, sebelum RPIKS memasuki fase implementasi program pembangunan kawasan strategis Salib Kasih.
Penyusunan RPIKS ini diharapkan tidak hanya menjawab tantangan penataan kawasan wisata, tetapi juga membuka peluang besar bagi tumbuhnya ekonomi kreatif, UMKM lokal, serta peningkatan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tapanuli Utara.
(Maju Simanungkalit)



