City Walk, Gagasan Lama Dr. H. Junaedi Kembali Disuarakan di Pemalang

Independennews.com | Pemalang – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pemalang, Dr. H. Junaedi, S.H., M.M., kembali mengangkat wacana pembangunan City Walk di Kabupaten Pemalang. Menurutnya, program tersebut sejatinya telah dirancang sejak masa kepemimpinannya sebagai Bupati Pemalang, namun tertunda akibat pandemi COVID-19.

“City Walk itu sudah saya usulkan sejak menjabat Bupati. Bahkan sudah ditinjau langsung oleh menteri, tapi karena pandemi COVID-19 waktu itu, pelaksanaannya terpaksa ditunda,” ungkap Dr. Junaedi saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Hotel Regina, Pemalang, Senin (21/7/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Junaedi juga menyoroti inisiatif Bupati Pemalang saat ini yang mengundang para ketua partai politik untuk turut mendukung berbagai program pembangunan daerah.

“Beliau (Bupati) mengajak ketua-ketua partai untuk memberikan dukungan politik terhadap program-program yang telah dirancang. Karena beliau saat ini berjalan sendiri secara politik, tentu dibutuhkan kolaborasi dari berbagai elemen,” ujarnya.

Menurut Dr. Junaedi, pembangunan Pemalang harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan partai politik sebagai bagian dari sistem pemerintahan.

“Intinya, Pemalang harus dibangun bersama. Karena itu, para ketua partai diundang untuk menyatukan tekad bahwa Pemalang dibangun oleh masyarakatnya sendiri, di bawah manajemen dan koordinasi Bupati Pemalang,” tegasnya.

Ia juga menegaskan kesiapan PDI Perjuangan untuk mendukung program-program pembangunan yang digagas oleh pemerintah daerah, asalkan prinsip keterbukaan dan transparansi tetap dijaga.

“Saya mewakili dua partai menyampaikan kesiapan mendukung bersama-sama, tapi harus ada keterbukaan. Sesuai undang-undang, partai politik memang bagian dari sistem pemerintahan daerah,” lanjutnya.

Dr. Junaedi juga mengapresiasi adanya rencana lanjutan pembangunan tanggul laut (sea wall) yang pernah digagas saat dirinya menjabat sebagai Bupati. Ia berharap rencana ini dapat diwujudkan secara menyeluruh di wilayah pesisir Jawa, termasuk Pemalang.

“Kemarin saat kami bertemu di Pantai Marhen, disampaikan bahwa pembangunan tanggul laut akan diprogramkan dari Jakarta hingga Banyuwangi. Harapannya tidak ada lagi pantai yang terdampak abrasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, banyak tanah di pesisir Pemalang telah bersertifikat, sehingga perlu koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN agar pelaksanaan pembangunan tanggul laut berjalan lancar.

Dr. Junaedi juga menyebut bahwa dukungan terhadap rencana pembangunan sea wall turut disampaikan oleh Sacytha Maharani, S.T., M.T., yang diharapkan menjadi mitra strategis dalam realisasi proyek tersebut.

(S. Febriansyah)

You might also like