BUKIT TINGGI, SUMBAR, Independennews.com | Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe Aceh mengadakan pelatihan Peningkatan Kapasitas (Capacity Building) kepada puluhan wartawan Mitra Bank Indonesia yang berlangsung di Hotel Santika Bukittinggi Provinsi Sumatera Barat.(06/09/23).
Pada kegiatan kali ini membahas mengenai Media sebagai Mitra Strategis Bank Indonesia dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi dan perkembangan ekonomi terkini serta isu strategis kedaerahan.hadir sebagai narasumber, Kpw BI Lhokseumawe Gunawan, Redaktur Media Indonesia, Eko Suprihatno,Indonesia dan juga sebagai Dosen IISIP Jakarta, Kepala Divisi Relasi Media Massa dan Opinion Makers (Drom) BI, Syachman Perdymer, yang diikuti puluhan wartawan.
Kepala Perwakilan wilayah (Kpw) BI Lhokseumawe Aceh, Gunawan pada Selasa (05/09/23) pukul 08.15 wib Selasa di ruang Meeting Room LG Hotel Santika Bukit Menyampaikan Program ini upaya meningkatkan kapasitas mitra media untuk mendukung diseminasi kebijakan Bank Indonesia dan perkembangan ekonomi terkini serta isu strategis kedaerahan lainnya, maka kami melaksanakan Capacity Building ,” tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan jurnalis terkait kiat penyajian berita ekonomi di daerah dan penulisan artikel yang berkualitas.
“Pertumbuhan ekonomi, Aceh masuk nomor 3 dari bawah di pulau Sumatera, dari 10 provinsi lainnya, acara Capacity Building tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas informasi dan kemampuan,” ujar Pak Gun.
Lanjutnya, BI berkomitmen untuk senantiasa mencapai dan memelihara kestabilan sistem keuangan, memperkuat digitalisasi sistem pembayaran nilai rupiah.”hal ini tidak terlepas peran penting media massa dalam pengawasan di lapangan berkenaan pangan atau kebutuhan pokok bagi masyarakat luas,” tutur Gunawan.
Sementara itu Eko Suprihatno, menyampaikan para wartawan agar bisa memahami UU no 40 th 1999 tentang pers, pasal 7 ayat 2 UU no 40 th 1999, wartawan Indonesia memiliki dan menaati kode etik jurnalistik, ada 11 pasal di KEJ, serta Kaidah penulisan, baik dan benar.
Para wartawan agar memberitakan pertumbuhan ekonomi daerah seperti kawan – kawan yang dari Lhokseumawe ,”untuk dikembangkan terkait pertumbuhan ekonomi isu secara mendalam hingga publik menjadi lebih tertarik,”.ujar eko.
Tugas kita bagaimana memberikan pemahaman berkaitan data ekonomi kepada masyarakat luas dengan baik dan mudah dipahami.tutup Eko, (man)