Independennews.com | Aceh Tamiang — Baitul Mal Aceh bersama Baitul Mal Aceh Tamiang terus mempercepat proses pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi berupa banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyaluran bantuan sarana pemulihan hunian dan dukungan sosial bagi warga terdampak.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan di Kantor Camat Kota Kualasimpang, Selasa (24/2/2026). Bantuan tersebut merupakan wujud komitmen lembaga pengelola zakat dalam meringankan beban masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak banjir bandang.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tamiang, Tengku Budi Darma, menyampaikan bahwa bantuan akan didistribusikan secara merata ke seluruh wilayah kabupaten.
“Target kita menjangkau 216 kampung yang ada di Aceh Tamiang. Bantuan ini diserahkan melalui para Datok Penghulu agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat maupun digunakan secara gotong royong untuk kepentingan bersama,” ujar Budi Darma saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung percepatan pembersihan rumah warga serta pemulihan akses air bersih. Sejumlah peralatan kerja yang sangat dibutuhkan masyarakat pasca-banjir telah disalurkan, antara lain:
400 unit mesin pompa air
400 unit toren air kapasitas 1.000 liter
515 unit gerobak sorong
304 unit mesin doorsmeer beserta selang tembak
520 unit serokan air lantai
Budi menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari program Pemulihan Cepat hasil kolaborasi antara Baitul Mal tingkat provinsi dan kabupaten. Diharapkan, dukungan tersebut dapat menjadi stimulus bagi warga untuk kembali menata kehidupan secara normal.
“Kami berharap bantuan ini menjadi alat bantu yang efektif bagi warga di setiap kampung untuk memulihkan hunian mereka masing-masing. Ini adalah bentuk kepedulian Baitul Mal terhadap kondisi sosial masyarakat pasca-bencana,” tutupnya.
Penyerahan bantuan tersebut disambut baik oleh para Datok Penghulu di Kecamatan Kota Kualasimpang. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengoordinasikan pemanfaatan alat-alat tersebut agar proses pembersihan dan pemulihan lingkungan dapat berjalan optimal, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan nyaman.
(Min)