Bekas Penebangan Pohon Kelapa dan Pohon Tebu Milik PTPN XII Penyebab Terjadinya Banjir?

Foto : Kondisi sungai Meluap (Pena Nusantara.id)

Independennews.com | Banyuangi – Sungai di dusun Wadung kamidin, desa Tulung Rejo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, meluap, Selasa (5/4/2024). Penyebab air sungai meluap diduga akibat tumpukan limbah pohon kelapa dan batang tebu milik PTPN XII yang menyumbat aliran sungai, sehingga mengakibatkan banjir menggenangi pemeukuman warga.

Informasi yang diperoleh dilapangan, salah satu warga desa Tulung Rejo, Kecamatan Glenmore, FS mengatakan bahwa limbah pohon kelapa dan limbah batang tebu milik PTPN XII menumpuk pada aliran sungai sehingga menyumbat aliran sungai yang mengakibatkan air sungai meluap.

“Tumpukan limbah batang pohon kelapa dan Pohon tebu milik PTPN XII, menumpuk disisi kiri dan kanan jembatan. Akibat Tumpukan limbah itu menyebabkan air tak lancar mengalir sehingga meluap,” kata FS

Menurut FS bahwa limbah pohon kelapa dan pohon tebu itu berasal dari lahan PTPN XII. Dia mengaku pernah melakukan pemotongan kayu kelapa diatas lahan PTPN XII. Yang pastinya, Kata FS, limbah itu berasal dari perkebunan pasca pemotongan kayu kelapa beberapa waktu lalu.

“Karena intenistas hujan begitu lebat membuat arus besar sehingga semua limbah diatas lahan PTPN XII ikut terhanyut ke bawah. Kondisi ini sangat menghawatirkan warga, mengingat bahwa permukiman sangat padat. Tentu hal tersebut bisa mengancam keselamatan warga, jika tidak segera dilakukan tindakan pembersihan limbah dari saluran sungai, selain itu limbah tersebut kemungkinan bisa jadi milik kebun kalikempit atau kebun kalisepanjang,”ujar FS kepada awak media ini, Rabu (6/3/24)

Hal senada disampaikan warga lainnya Eko, penyebab sungai meluap dikarenakan tumpukan limbah pohon kelapa dan sampah pohon tebu yang terbawa oleh arus dari kawasan PTPN XII. Semestinya pihak PTPN XII harus memikirkan dampak alam setelah dilakukan kegiatan penebangan di wilayah perkebunan.

“Pihak kebun harus melakukan antisipasi agar tidak terjadi permasalahan bila ada kegiatan penebangan. Bila tidak ada analisa dampak lingkungan maka bila terjadi hal sepertini kedepan bukan tidak mungkin akan mendatangkan musibah kepada masyarakat sekitar perkebunan. Hal yang paling mengerikan bisa saja terjadi yang merupakan ancaman berbahaya bagi masyarakat sekitar yaitu seperti belum lama terjadinya banjir bandang di wilayah kecamatan Kalibaru, yang menyebabkan puluhan rumah warga menjadi korban dari aktifitas PTPN XII. Kami sebagai warga sekitar berhara jangan sampai bencana tersebut terulang kembali,”ujar Eko aktivis lingkungan hidup.

Luapan air sungai, sambung Eko, banjir tersebut akibat dari ulah perbuatan manusia yang harus egera disikapi dan diatasi. Oleh karena itu situasi itu harus segera dikoordinasikan dengan pihak PTPN XII.

“Saya akan melakukan kordinasi bersama jajaran LSM kpk Nusantara dengan pihak PTPN XII secara presuasif, mengingat situasi saat ini musim hujan dengan intensitas tinggi yang kerap menguyur wilayah Banyuwangi. Kami harapakan permasalahan tumpukan limbah pohon kelapa yang berasal di wilayah PTPN XII yang menumpuk dialiran sungai segera diangkut agar tidak terjadi bencana yang lebih besar,”kata Eko

Sementara itu, hingga berita ini diunggah pihak PTPN XII belum dapat dikonfirmasi, ketika dihubungi via WhatsApp pihak PTPN XII mendapat jawaban.(Hari)

You might also like