Aliansi Pemuda Peduli Rakyat Gelar Aksi, Desak  OTDA Pemkab Pamekasan Terbuka Anggaran 2017

0
374

PAMEKASAN, Independennews.com — Aliansi Pemuda Peduli Rakyat (ALPART) menggelar aksi demo ke bagian Pemerintahan Otonomi Daerah (OTDA) di Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur, Kamis (19/4/2018).

Pantauan independennews.com, orator aksi sempat berang dan mengecam instansi yang membidangi otonomi daerah itu. Kecaman itu dilontarkan karena massa tak kunjung di jumpai oleh pimpinan instansi tersebut.

” Kedatangan kami ke sini hanya ingin mengklarifikasi terkait dugaan penyimpangan anggaran 2017 yang dananya ratusan juta, kami menduga dan menilai dengan ketidak hadiran Kabag tersebut berarti mereka takut dan kesannya mereka menghindar,” teriak Ibas orator aksi melalui pengeras suara

Selain itu mereka mengancam akan melaporkan OTDA tersebut ke pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Pamekasan.

“Kami akan melaporkan atas temuan ini, dan kalaupun kabag itu tidak mau menemui kami. Kami akan segara melaporkannya, karena kami datang kesini untuk mengklarifikasi atas dugaan temuan kami,” ujar Abdurrahman Alpart

Massa juga mempertanyakan angaran 2017 yang digunakan untuk pembuatan dan pemasangan papan nama tanah kas Desa Rp 98.904.000, Belanja modal pengadaan papan nama Rp67.500.000, Pembuatan peta Desa Rp 94.429.500, Belanja modal pengadaan papan nama Rp 56.791.000, Sertifikasi tanah kas Desa Rp 159.090.000, Belanja sertifikasi Rp 98.000.000, Pendampingan sertifikasi tanah kas Desa dan pemasangan papan nama kas Desa Rp 100.000.000, Serta Pembuatan buku monografi Kecamatan dan kelurahan Desa Rp 96.368.000.

“Tujuan kami melakukan aksi, ingin meminta kejelasan seperti apa, beserta bukti-buktinya tunjukkan ke kami. Kalau memang kegiatan itu terlaksana dan kalaupun kegiatan itu ada tolong dijelaskan kepada kami dimana titik titiknya, dan berapa anggaran yang sudah terealisasi ke bawah sesuai dengan mekanisme yang ada,” ucap Ibas orator Aksi.

Sementara itu, di tengah aksinya perwakilan Alpart melakukan Sweeping ke ruang bangian Pemerintahan Otonomi Daerah didampingi oleh petugas Polisi, dan ternyata pintu masuk ruang bagian Pemerintahan Otonomi Daerah itu terkunci.

(Anton/Siti Amina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here