PS Malaka Cipta Sejarah di Piala Presiden U-15

Independennews.com | NTT – Wajah ceria dan mata berbinar tampak jelas pada para pemain muda PS Malaka saat diterima langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (4/10/2025). Mereka datang bukan hanya membawa medali, tetapi juga membawa kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat NTT.

Tim muda asal Malaka ini mencatat sejarah dengan meraih Juara II Piala Presiden U-15 Tahun 2025, setelah menyingkirkan 33 tim se-Indonesia dan berhasil menembus partai final menghadapi Asti Kudus.

Meski kalah tipis 0–1 di Stadion Gelora 10 November Surabaya, perjuangan mereka menjadi bukti bahwa Malaka kini punya taring di kancah sepak bola usia muda nasional.

Pesan Gubernur NTT: Jadilah Profesional, Jangan Tinggalkan Pendidikan

Dalam suasana penuh kehangatan, Gubernur Melki mengungkapkan rasa bangganya.

“Sepak bola telah menjadi industri dunia. Ini adalah pekerjaan profesional. Jangan ragu untuk menjadi atlet, jadilah pemain bola profesional. Namun pendidikan tetap menjadi kewajiban utama,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar prestasi dan hadiah yang diraih dapat dimanfaatkan secara produktif.

“Gunakan dengan bijak, bahkan bisa untuk membuka usaha. Kalian sudah membuktikan bahwa anak NTT mampu bersaing di level nasional,” ujarnya penuh semangat.

Lebih jauh, Gubernur Melki menegaskan bahwa pencapaian PS Malaka bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang.

“Ini bukan puncak prestasi. Masa depan masih panjang, jangan pernah takut. Berlatihlah dengan rajin, fokus, rendah hati, dan teruslah bermimpi. Raih prestasi yang lebih tinggi lagi,” pesannya.

Kebanggaan yang sama disampaikan oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, yang turut hadir mendampingi tim.

“Prestasi ini adalah kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Malaka, juga masyarakat NTT. Pemerintah Kabupaten Malaka siap mendukung pengembangan sepak bola di daerah,” tegasnya.

Perjalanan PS Malaka hingga menembus final bukan hanya kisah tentang gol dan kemenangan, tetapi juga cerita tentang semangat pantang menyerah, kerja keras, dan kebersamaan. Di balik setiap peluit pertandingan, ada doa dari kampung halaman—dari para orang tua dan masyarakat yang mengikuti dengan penuh haru.

Kini, nama PS Malaka tak hanya tercatat di papan skor turnamen nasional, tetapi juga di hati masyarakat NTT, sebagai bukti bahwa mimpi anak-anak dari tanah perbatasan mampu menggetarkan Indonesia.

You might also like