Aksi Damai Peringatan 27 Tahun Reformasi, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulbar Sampaikan 12 Tuntutan di DPRD

Independennews.com | MAMUJU -Dalam rangka memperingati 27 tahun Hari Reformasi, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar aksi demonstrasi damai di depan Kantor DPRD Sulbar pada Jumat (23/5/2025). Aksi ini menjadi wadah refleksi serta kritik terhadap capaian reformasi yang dinilai masih jauh dari harapan rakyat.

Ratusan massa membawa spanduk dan poster berisi tuntutan atas isu-isu strategis nasional dan lokal. Mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sulbar Munandar Wijaya dan Abdul Halim, serta sejumlah anggota dewan lainnya seperti Jumiati A. Mahmud, Haluddin, Mulyadi Bintaha, dan Harun Lulullangi.

Tuntutan yang Disuarakan:

Isu Nasional:

  1. Cabut Undang-Undang TNI.
  2. Sahkan Undang-Undang Perampasan Aset.

Isu Lokal:

  1. Bebaskan kawasan hutan lindung di wilayah permukiman warga.
  2. Pemerataan infrastruktur pendidikan dan tenaga pendidik.
  3. Evaluasi perusahaan yang menggaji di bawah UPM/UMR.
  4. Evaluasi kinerja PDAM Tirta Manakarra.
  5. Hentikan operasi Cafe Dermaga Sandeq.
  6. Transparansi pembahasan RTRW.
  7. Evaluasi pelayanan kesehatan.
  8. Evaluasi perizinan dan aktivitas pertambangan.
  9. Evaluasi kinerja kepala desa.
  10. Transparansi kinerja pemerintah dan akses informasi publik.

Respons DPRD Sulbar:

Mendukung pencabutan UU TNI dan pengesahan UU Perampasan Aset.

Komitmen mengevaluasi kawasan hutan lindung yang terdampak permukiman.

Menyatakan finalisasi RTRW akan melibatkan partisipasi masyarakat.

Berjanji mendorong pemerataan pendidikan dan keterbukaan informasi publik.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan pihak Kepolisian dan Satpol PP, dan ditutup dengan penandatanganan berita acara antara DPRD Sulbar dan perwakilan aliansi.

You might also like