IndependenNews.com, Taput | Danau Toba yang menjadi objek wisata andalan di wilayah Tapanuli Raya saat ini tengah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Danau Toba digadang-gadang akan menjadi pesaing utama wisata Pulau Bali.
Bukti keseriusan pemerintah pusat dalam meningkatkan sektor pariwisata Danau Toba diaplikasikan pada sejumlah pembangunan. Tak tanggung-tanggung, triliunan rupiah uang negara telah digelontorkan untuk mengembangkan pariwisata ini.
Namun ironinya, ditengah hujaman sejumlah bangunan dari berbagai sudut Danau Toba, ada satu hal yang nyaris terlupakan. Yah, pemerintah pusat seakan terlena dan fokus hanya untuk membangun sarana dan prasarana di wilayah Danau Toba tanpa memperhatikan kondisi debit air Danau Toba yang kian hari kian menyusut.
Penurunan debit air Danau Toba ini sendiri sudah berlangsung sejak lama. Bahkan menurut penuturan warga yang tinggal di pinggir Danau Toba, fenomena penyusutan air Danau Toba sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.
“Kalau diakumulasi dari puluhan tahun lalu, maka debit air (Air Danau Toba) juga sudah turun hingga hampir puluhan meter”, sebut Maruli Sinambela, warga Kecamatan Baktiraja, Humbahas, Senin (4/9/2023).
Bupati Tapanuli Utara (Taput), Drs Nikson Nababan mengaku sangat prihatin dengan kondisi air Danau Toba yang semakin menyusut. Ia bahkan meminta orang nomor satu di Indonesia yakni Presiden Joko Widodo turun tangan untuk mengetahui sekaligus mengendalikan permasalahan tersebut.
Nikson berharap, presiden Jokowi menurunkan tim khusus dan bahkan organisasi atau badan dunia untuk andil memeriksa fenomena penyusutan air Danau Toba.
“Saya sebagai bupati meminta agar presiden menurunkan tim khusus yang independen termasuk badan dunia yang kompeten untuk mengecek hal tersebut”, pinta Bupati Nikson.
Selain itu, dirinya berharap penyusutan air Danau Toba harus benar-benar dikaji baik dari hulu hilirnya. Supaya nantinya akan diketahui permasalahannya lalu kemudian dicari cara untuk mencari solusinya. Salah satunya menurut dia, penggunaan debit air harus di cek di perusahaan yang menggunakan air Danau Toba, salah satunya PT Inalum.
“Sudah dicek ke Inalum soal pemakaian debit?”, tambah Bupati. Karena penggunaan di hilir menurut dia, juga sangat berpengaruh terhadap debit air Danau Toba.
(Tinton / Maju)