IndependenNews.com – Humbahas | Ratusan massa menggelar aksi damai ke Kantor DPRD Humbang Hasundutan (Humbahas), Selasa (23/12/2025) pagi. Demo itu merupakan buntut dari beredarnya video asusila yang diduga mirip oknum salah satu anggota DPRD Humbahas, inisial GS.
Massa memulai titik kumpul dari Lapangan Merdeka Doloksanggul. Sambil meneriakkan nama GS supaya mundur, massa juga membentangkan beberapa spanduk berisi sejumlah tuntutan.
Iringan massa terus bergerak menuju Kantor DPC Partai Perindo. Di halaman kantor tersebut, massa kemudian kembali menuntut agar Partai Perindo segera memberikan sanksi kepada GS, dengan tuduhan telah melanggar norma adat di Kabupaten Humbahas.
Karena merasa mendapat jawaban yang kurang memuaskan, kelompok masyarakat tersebut kemudian bergerak ke Kantor DPRD Humbang Hasundutan.
Di sana, pengunjuk rasa tersebut diterima Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora, didampingi 3 anggota DPRD lainnya, yakni Marsono Simamora, Poltak Purba, dan Nikodemus Munte. Tampak juga Sekretaris DPRD Humbahas, Nipson Lumban Gaol.
Pemimpin unjuk rasa, Ryan Marbun, dalam orasinya menggaungkan sejumlah tuntutan kepada DPRD Humbahas. GS yang diduga telah merusak citra DPRD, dituntut mundur. Ia juga meminta supaya proses hukum segera dilakukan terhadap oknum anggota DPRD tersebut.
“GS telah menunjukkan lato-latonya di media sosial. Memalukan. Masak seorang anggota DPRD seperti itu? Untuk itu kami meminta supaya dia di PAW (Penggantian Antar Waktu) kan. GS telah merusak norma adat , karena kabupaten ini adalah tanah adat”, ucap Ryan.
Ketua DPRD Humbahas Parulian Simamora menanggapi tuntutan massa dengan berjanji akan menindaklanjutinya. Pihaknya mengatakan akan mengkaji dan mempelajari isu beredarnya video asusila GS tersebut.
“Jika memang benar itu, akan kita bawa kasus tersebut ke Badan Kehormatan Dewan (BKD)”, ujar Parulian.
Setelah diterima DPRD, massa kemudian membubarkan diri secara teratur dan tidak ada indikasi kericuhan.(Rachmat Tinton)