HIDUP RUKUN DENGAN SESAMA

Foto : Ilustrasi

ULANGAN 24:17-18

  1. Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai.
  2. Haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus TUHAN, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini.

*Kerinduan akan hadirnya suasana hidup rukun dengan sesama adalah harapan dan cita-cita orang beriman.

Orang beriman adalah orang yang hidup kesehariannya berdasarkan kehidupan Allah di dalam Yesus Kristus dan percaya setiap hari bahwa Roh Kudus bekerja untuk mendatangkan kerukunan bagi semua orang dan orang Kristen tinggal di dalam Yesus Kristus.

Kebiasaan hidup orang percaya adalah kebiasaan untuk hidup rukun (di antara sesama ciptaan Tuhan). Begitu halnya dengan ciptaan, tidak hanya manusia saja, segala yang hidup di muka bumi ini haruslah mendapat keadilan hidup yang rukun dan setara boleh nyata.

Umat Tuhan haruslah berkomitmen dalam hidup bahwa kehidupan yang rukun haruslah dinyatakan dan diberitakan. Ini adalah ingatan dan perintah Allah yang tidak boleh dilupakan, pembebasan dan keselamatan haruslah diingat untuk dihidupi. Tanda keselamatan yang ada pada diri kita adalah hidup rukun dan damai seperti halnya bahwa Allah itu adalah damai.

Saudara/i kekasih, perikob kotbah ini adalah pengalaman khusus umat Israel yang oleh Tuhan melarang mereka untuk membuat sesamanya menderita. Sebaliknya, mereka harus berbela rasa dengan sesama terutama yang miskin.

Kita melihat dalam perikop khotbah hari ini; beberapa hal yang harus menjadi perhatian umat Tuhan dalam hubungannya dengan sesama agar tercipta kehidupan yang saling mengasihi, saling membangun serta berkeadilan dan sejahtera bersama.

Meskipun gadai atau jaminan itu penting sebagai pengikat ketika berhutang, namun orang yang memberi pinjaman kepada sesamanya harus tetap menjaga martabat dan kehormatan, harga diri orang yang berhutang.

Tidak boleh mengambil secara paksa atau menyita barang untuk dijadikan gadaian. Atas dasar kasih dan kemanusiaan, orang yang memberi pinjaman tidak boleh mengambil milik berharga orang berhutang, apalagi menyangkut kelangsungan hidupnya, misalnya kilangan atau batu kilangan, karena alat itu dipakai untuk membuat tepung persediaan roti untuk dimakan setiap hari.

Benar bahwa ada hutang yang belum dibayar, tetapi hal itu jangan menjadi alasan untuk mempermalukan orang yang berhutang, hutang adalah hutang, tetapi tidak boleh membunuh masa depan orang tersebut, atau mempermalukannya, menghancurkan martabat dan harga dirinya.

Lebih daripada itu, umat Tuhan tidak boleh memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda. Mereka jangan menjadi sasaran keegoisan dan keserahakan manusia, justru merekalah yang perlu mendapat perhatian dan cinta kasih.

Saudara/i kekasih dalam Tuhan, setidaknya melalui uraian di atas, adalah tegas bahwa Allah terus mengingatkan umatNya Israel terhadap sikap mereka kepada sesama.

Sikap dimaksud harus berdasarka pada kebenaran keselamatan (tindakan) Tuhan atas penindasan bangsa Mesir kepada mereka.

Also Read:

Itu sebabnya pada kotbah yang dua ayat ini (Pasal 24), dua kali Allah mengingatkan mereka; “bangsa Israel dahulu adalah budak di Mesir” (ay. 18 + 22): “haruslah kau ingat, bahwa engkau pun dahulu budak di Mesir dan engkau ditebus Tuhan, Allahmu, dari sana; itulah sebabnya aku memerintahkan engkau melakukan hal ini”. Ingatan akan pembebasan bangsa Israel dari bangsa Mesir, …itu merupakan keharusan bagi mereka.

Ingatan ini tidak hanya berlaku pada masa mereka saja, namun juga kepada keturunan bangsa Israel agar mereka tahu bahwa tangan Allah begitu perkasa dan kuat untuk mengalahkan kuasa yang menindas dan kuasa jahat.

Bangsa Israel yang hidup dalam perbudakan bangsa Mesir telah diselamatkan dan ditebus Tuhan. Perintah untuk mengingat dihidupi oleh orang-orang Israel. Allah sudah bertindak di dalam kehidupan mereka. Ingatan merupakan hal yang penting bagi bangsa Israel; baik itu untuk perjanjian mereka dengan Allah, atau untuk identitas.

  1. Identitas dapat dipahami bahwa mereka selaku bangsa pilihan Allah. Identitas iman itu harus bisa menjadi bangsa yang berkarakter, berintegritas dan menjadi berkat bagi bangsa lain yang belum percaya kepada Allah.

Dalam diri bangsa pilihan harus mewujudkan sifat-sifat Allah yang adil dan benar. Ingatan akan penebusan dan keselamatan bangsa Israel, dapat menjadi ingatan bangsa Israel setelah mengalami pembebasan dari bangsa Mesir agar menghasilkan sebuah tindakan.

Allah yang selalu mengingat bangsa Israel dapat menjadi dasar ingatan bangsa Israel berlaku kepada bangsa lain seperti Allah perbuat kepada mereka.

Ingatan Umat Tuhan Untuk Memelihara Sesama Tuhan memerintahkan kepada bangsa Israel “Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai,” (ay. 17). Bangsa Israel pernah merasakan hal yang sama ketika mereka berada diperbudakan bangsa Mesir. Tuhan membebaskan mereka. Artinya Tuhan tidak senang dengan perbuatan kejahatan kemanusiaan, ketidakadilan dan yang melupakan perbuatan Allah pada hidup seseorang itu.

  1. Dua ayat (Ay. 17-18) kotbah ini, menunjukkan bahwa Tuhan memerintah bangsa Israel untuk mengajar dan mengingat pengetahuan tentang iman “Janganlah engkau memperkosa hak orang asing dan anak yatim; juga janganlah engkau mengambil pakaian seorang janda menjadi gadai”. Perintah ini, mau menjelaskan lagi kepada bangsa Israel agar bangsanya untuk mentaati peraturan ini. Peraturan ini menyangkut tentang hak-hak manusia yang tidak boleh dilanggar karena Tuhan tidak senang terhadap sikap-sikap pelanggaran kemanusiaan.

Allah telah membebaskan dan menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, maka bangsa Israel harus mengingat karya Allah yang sungguh besar itu dan bisa menjadi berkat bagi orang asing, memelihara hidup anak yatim dan bertanggung jawab terhadap kehidupan para janda.

Allah telah melakukan pembebasan dan menyelamatkan, Allah juga membuat perintah kepada bangsa Israel, maka bangsa Israel agar mengingat untuk melakukannya. Umat Tuhan diperintahkan berulang kali, untuk membantu janda, yatim piatu, dan orang asing.

Saudara/i kekasih, dari penjelasan di atas kita mendapat pesan sekarang bahwa hingga sampai hari ini Allah tetap bekerja dan tidak akan melupakan umatNya yang telah beriman kepadaNya.

Semua orang (percaya) akan memanggil Allah untuk mengingat pekerjaan-pekerjaan baikNya. Allah telah menebus kita dan kita mendapat kasih karunia Allah dan selanjutnya penebusan Allah dari dosa memberikan kepada kita kehidupan kekal.

Allah memelihara kehidupan kita sampai hari ini seperti Bapa yang sayang kepada AnakNya. Itu diperlihatkanNya melalui penebusan Kristus kepada seluruh ciptaan dan Roh Kudus yang selalu menguatkan perjalanan kehidupan kita hingga saat ini.

Olehnya, iman kita dituntut untuk menghasilkan hidup rukun dengan sesama, menekankan untuk mengingat agar melindungi sesama (manusia).

Isi dari firman Allah ini menyatakan agar keadilan terjadi bagi orang asing, perlindungan bagi anak yatim dan para janda. Pembebasan Allah dapat dilihat dalam keadilan hidup kita. Memperhatikan orang asing, perlindungan bagi anak yatim dan para janda, dengan perbuatan nyata terhadap pelayanan. Tindakan iman seperti inilah tindakan untuk menyatakan hidup rukun dengan sesama.

Tindakan yang mendatangkan keadilan dan membuktikan identitas iman Kristen. Ingatan untuk memberikan sikap iman seperti yang dinyatakan Allah terhadap umatnya melalui penebusanNya, nyata pada praktik hidup yang harus terus dijalani.

Kita harus menunjukkan bahwa Tuhan adalah teladan kita/kita adalah gambarNya. Penebusan Tuhan harus terjadi setiap hari melalui kita, bertindak demi mendatangkan hidup yang rukun dengan sesama. Kita adalah tangan Allah untuk mendatangkan hidup rukun dengan sesama. Inilah perintah dan ingatan yang harus kita rawat. Kiranya Tuhan menyertai kita Amin.

tetaplah semangat dan selalu bertekun dalam doa

Pdt. Sikpan K.P. Sihombing, MTh, MPd

You might also like