210 Porsi MBG Dikembalikan Sekolah, Diduga Berlendir dan Berbau

Kondisi SD Negeri 064985 Medan Helvetia. Sebanyak 49 siswa dan 9 siswa dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG). (IN/Tbs)

Independennews.com | Medan – Pihak SD Negeri 064985 Medan mengembalikan 210 ompreng (porsi) Makanan Bergizi Gratis (MBG) karena makanan tersebut diduga tidak layak dikonsumsi

Pihak sekolah menemukan makanan tersebut dalam kondisi berlendir dan berbau saat menerimanya.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu, 8 April 2026, untuk jatah makanan siswa sesi sekolah siang di Jalan Kapten Muslim, Helvetia Timur, Medan Helvetia, Kota Medan.

Awalnya, makanan MBG tiba seperti biasa di sekolah. Namun kemudian, pihak sekolah langsung melakukan pengecekan sebelum membagikannya kepada siswa.

Pihak sekolah menilai kondisi makanan tidak aman untuk dikonsumsi.

Penanggung jawab MBG sekolah, Juilet Manik, menegaskan bahwa pihaknya memilih mengembalikan seluruh porsi demi mencegah risiko kesehatan.

“Kami kembalikan 210 porsi MBG karena saat diperiksa, makanan terlihat berlendir dan mengeluarkan bau,” ujarnya.

Selanjutnya, pihak sekolah memastikan tidak ada satu pun makanan yang dibagikan kepada siswa sesi sekolah siang.

Mereka mengambil keputusan ini sebagai langkah cepat untuk melindungi siswa.

Adapun menu MBG saat itu terdiri dari nasi putih, ayam semur jamur dan brokoli, tempe goreng, abon, serta buah pepaya. Namun demikian, kondisi makanan yang tidak normal memunculkan dugaan adanya masalah dalam kualitas.

Di sisi lain, makanan tersebut diketahui berasal dari dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Helvetia Timur di bawah Yayasan Sehat dan Pintar Anak Indonesia.

Meski begitu, hingga kini pihak penyedia belum memberikan keterangan resmi.

Saat dikonfirmasi langsung ke lokasi SPPG di Jalan Persatuan No. 40 Helvetia Timur, Medan Helvetia, Kota Medan petugas yang ditemui menyebutkan bahwa penanggung jawab SPPG tidak berada di tempat dan belum bisa memberikan penjelasan.

Selain itu, pengawasan program MBG juga mulai dipertanyakan.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Medan, Donald Simanjuntak, telah dilakukan oleh wartawan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp pada Selasa (14/4/2026).

Adapun konfirmasi tersebut dilakukan guna memperoleh penjelasan resmi terkait sejumlah temuan di lapangan, terutama dugaan permasalahan pada distribusi dan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Medan.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan ataupun klarifikasi resmi.

Bahkan, pesan yang telah dikirimkan terpantau sudah terkirim dan dibaca, tetapi belum mendapat balasan.

Karena itu, sebagai bentuk keberimbangan informasi, Independennews.com tetap membuka ruang hak jawab kepada pihak KPPG Kota Medan termasuk dapur SPPG untuk memberikan penjelasan, klarifikasi, maupun tanggapan atas pemberitaan ini.

Sementara itu, pengembalian 210 porsi dalam jumlah besar menunjukkan adanya potensi masalah serius dalam sistem penyediaan MBG.

Karena itu, pihak terkait segera mengevaluasi kualitas makanan sebelum mendistribusikannya.

Dan periksa semua proses penyimpanan dan pengiriman,serta pengawasan di lapangan.

Sehingga, kejadian serupa tidak kembali terulang dan keamanan makanan bagi siswa tetap terjamin. (tbs)

You might also like