IndependenNews.com, Batam | Seorang wanita berusia 24 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di RT 03 RW 08, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Peristiwa tersebut membuat warga geger, karena mayat wanita tersebut ditemukan dalam keadaan gantung diri di dalam kamar rumahnya pada Minggu, 08 Mei 2022, sekitar pukul 12.00 WIB.
Wanita tersebut diketahui bernama Katerina Novita Welling (Ketrin). Namun, belum diketahui alasan yang menyebabkan Ketrin mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Ketua RT 03 RW 08, Paulus Purek, saat ditemui dirumah duka pada Senin, (09/05/2022) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi saat Almarhumah sedang sendiri di rumah.
“Orangtuanya kebetulan pergi melayat, ada juga teman kita flores yang meninggal. Dan adik perempuan si Almarhumah ini juga pergi ke gereja, jadi dia sendiri di rumah,” ucap Paulus.
Paulus mengungkapkan, sekitar pukul 11.00 WIB hari itu, almarhumah chatting dengan pacarnya dan pamit ke pacarnya mau pergi. Kemudian, saat pacarnya bertanya kemana, almarhumah menjawab “mau bunuh diri”.
“Tapi katanya dia sering gurau berkali-kali ucapkan itu, jadi pacarnya anggap biasa. Lalu pacarnya ini chat sama adiknya yang masih kelas 3 SD, dan adiknya mengatakan kalau abang ke rumah, kalau kakak gak ada di kamar, mungkin tidur di kamar bapak mamak,” ucap Paulus menerangkan isi chat antara pacar dan adik almarhumah.
Lebih lanjut Paulus menjelaskan, sekitar pukul 12.30 WIB, saat dirinya duduk di teras rumahnya yang berhadapan langsung dengan rumah almarhumah, pacar almarhumah datang dan mengetuk pintu. Namun, tidak ada sahutan dan pacarnya memutuskan untuk menunggu di luar rumahnya.
“Kemudian sekitar jam 17.00 WIB, bapak mamaknya pulang dan pintu rumah dan jendela semua terkunci dari dalam. Namun jendela dapur posisinya tidak dikunci, dan saat masuk ke dalam, posisi almarhumah ditemukan tergantung dengan posisi lutut kakinya sujud,” jelasnya.
Melihat hal tersebut, Bapak almarhumah teriak “Ketrin bunuh diri”. Kemudian orangtua dan pacar almarhumah secara spontan melepaskan tali yang terikat pada lehernya.
“Waktu itu saya di teras rumahnya dan saya telfon lurah dan telfon polisi dan 1 jam kemudian baru polisi datang dan sekitar pukul 20.00 WIB, jasadnya dibawa untuk di PCR dan di Visum, dan sekitar pukul 01.00 WIB baru dikembalikan lagi ke rumah duka,” terangnya.
Berdasarkan pantauan IndependenNews.com pada Senin, (09/05/2022), sekitar pukul 08.30 WIB, tangis haru menyelimuti kedua orangtua serta putri bungsunya, seakan tidak rela melepaskan kepergian putrinya. Hal itu membuat banyak warga lain yang menyaksikan ikut terenyuh dan menangis memberikan semangat kepada mereka.
Terlihat juga ekspresi ibu almarhumah tampak pucat seperti tidak makan berhari-hari. Suami ibu itu pun bercucuran air mata, sembari menyuapkan bubur nasi putih kepada isterinya.
Hingga berita ini diunggah, Independennews,com masih mencoba melakukan konfirmasi ke kepolisian setempat. (SOP)