Independennews.com | Kupang — Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang terhadap penguatan pendidikan dasar dengan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku tulis kepada siswa berprestasi serta anak yatim piatu di UPTD SD Inpres Oetete 3. Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah, Senin (12/1), itu disambut antusias oleh guru, orang tua, dan para siswa.
Dalam suasana hangat dan penuh empati, Wali Kota menekankan bahwa pendidikan bukan semata urusan sekolah, melainkan tanggung jawab bersama orang tua, lingkungan, dan pemerintah. Ia mengingatkan agar mimpi dan cita-cita anak dijaga sejak dini, tidak dibiarkan pudar oleh keterbatasan.
“Belajar tidak hanya terjadi di sekolah. Belajar juga berlangsung di rumah dan lingkungan bermain. Pendidikan adalah proses seumur hidup—selama kita masih bernapas, kita harus terus belajar,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadirannya bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai orang tua yang peduli pada masa depan generasi Kupang. Anak-anak, menurutnya, perlu tumbuh menjadi pribadi rajin, berkarakter, dan bertanggung jawab dengan dukungan guru dan orang tua.
“Jaga mimpi anak-anak ini. Jangan biarkan cita-cita mereka padam. Anak-anak fokus belajar, guru fokus mengajar, dan pemerintah akan terus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan,” ujarnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi menyiapkan generasi muda Kupang yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Ia secara khusus menyemangati siswa agar berani bermimpi besar dan gigih mengejar masa depan yang lebih baik.
Pada kesempatan itu, bantuan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan penerima. Dari total 27 paket, 15 paket diberikan kepada siswa berprestasi peringkat pertama semester I (kelas I–VI), sementara 12 paket lainnya diperuntukkan bagi anak yatim piatu (kelas I–VI). Penyerahan simbolis dilakukan kepada masing-masing tiga perwakilan dari kedua kategori.
Sementara itu, Plt. Kepala UPTD SD Inpres Oetete 3, Elisabeth Mo, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kunjungan tersebut. Ia menyebut momen ini sebagai peristiwa bersejarah bagi sekolah yang berdiri sejak 1 Juli 1981.
“Ini kunjungan pertama Wali Kota Kupang di era kepemimpinan beliau. Sekolah kami akan berusia 45 tahun pada 1 Juli 2026. Saat ini kami memiliki 292 siswa dengan dukungan 22 guru dan tenaga kependidikan. Kunjungan ini menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan,” tuturnya.
Ia berharap Pemerintah Kota Kupang terus memberi perhatian, arahan, dan dukungan nyata, khususnya dalam pengembangan sarana prasarana serta peningkatan mutu pembelajaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Muhammad Ramli (Anggota DPRD Kota Kupang), Ernest Soleman Ludji (Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang), Johnny Rihi (Koordinator Pengawas SD), Daud N. Nafi (Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang), Dessy Ferlys Maria Lay (Lurah Oetete), Okto Naitboho (Kabid Pendidikan Dasar), Hendrik Leto Ati, Bambang Pelokilla, tokoh masyarakat, para guru, tenaga kependidikan, serta orang tua/wali siswa.(Marchellino)