Independennews.com | Medan – Universitas Sumatera Utara (USU) menerima 3.150 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun akademik 2026/2027.
Hasil seleksi diumumkan Senin (25/5/2026) melalui laman resmi kampus.
Peserta yang lolos merupakan bagian dari pelaksanaan UTBK-SNBT yang berlangsung 21–30 April 2026.
Jumlah mahasiswa diterima terdiri dari 2.625 program S1, 289 program D4, dan 236 program D3.
USU sebelumnya menyediakan 3.223 kursi melalui jalur SNBT 2026.
Sementara jumlah pendaftar UTBK ke kampus tersebut mencapai 36.924 orang.
Pada kelompok saintek, program studi dengan peminat terbanyak yakni Analis Farmasi dan Makanan sebanyak 2.589 peminat, Teknik Informatika 2.116, Ilmu Kesehatan Masyarakat 1.662, Teknik Pertambangan 1.555, dan Pendidikan Dokter 1.550.
Sementara kelompok soshum didominasi Ilmu Hukum dengan 3.123 peminat, Administrasi Perpajakan 3.008, Perbankan dan Keuangan 2.327, Manajemen 1.785, serta Administrasi Perkantoran Digital 1.717.
USU juga mencatat 36.924 pendaftar dan kembali masuk kelompok 10 perguruan tinggi negeri dengan jumlah pendaftar UTBK terbanyak pada SNBT 2026.
Rektor USU, Prof. Dr. Muryanto Amin, mengatakan peserta yang lolos diminta memanfaatkan kesempatan pendidikan tinggi untuk mengembangkan kemampuan akademik dan karakter.
“Ini adalah buah dari kerja keras dan ketekunan kalian. Jadikan kesempatan di perguruan tinggi sebagai ruang membangun integritas dan menambah ilmu,” kata Muryanto dalam rilis resmi USU.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kealumnian USU, Prof. Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, meminta peserta yang belum lolos tidak berhenti mencoba.
“Masih tersedia peluang besar untuk yang ingin menjadi mahasiswa USU melalui jalur SMM dan SMM PTN Barat,” ujarnya.
USU juga mengingatkan peserta yang dinyatakan lolos SNBT agar segera registrasi dan mengisi data Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara daring mulai 25 Mei hingga 2 Juni 2026.
“Calon mahasiswa perlu mencermati seluruh tahapan. Jika terlewat, kelulusan dapat dibatalkan,” kata Poppy. (**)