UNP Jajaki Kerja Sama dengan BPBD Kota Padang dan BMKG Padang Panjang untuk Program KKN Edukasi Kebencanaan

Independennews.com | Padang – Universitas Negeri Padang (UNP), melalui Pusat Pengabdian dan KKN, terus memperluas sinergi dengan berbagai lembaga pemerintah guna memperkuat kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kunjungan Kepala Pusat Pengabdian dan KKN UNP, Dr. Yasdinul Huda, M.T., beserta tim, ke Kantor BPBD Kota Padang pada 9 Juli 2025. Kunjungan tersebut membahas peluang kerja sama tripartit antara UNP, BPBD Kota Padang, dan BMKG Padang Panjang.

Kehadiran tim UNP disambut langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, S.T., M.T., dan Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Padang Panjang, Dr. Suhaidi, M.T. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus utama pada penguatan kolaborasi dalam program edukasi kebencanaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Salah satu poin kerja sama yang disepakati untuk dimatangkan adalah pembentukan Tsunami Ready Community (TRC) — sebuah program edukasi kebencanaan yang bertujuan meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana, khususnya tsunami. Program ini juga diharapkan mendorong pembentukan Kaltana (Kelurahan Tanggap Bencana) dan Destana (Desa Tangguh Bencana) di wilayah Kota Padang.

Melalui skema ini, mahasiswa UNP akan terlibat secara langsung dalam KKN TRC, yang tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga mencakup pendampingan, penyuluhan, dan pelatihan simulasi kebencanaan bersama masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat edukasi kebencanaan di Kota Padang. Keterlibatan mahasiswa melalui KKN akan menjadi elemen penting dalam membangun ketangguhan masyarakat,” ujar Dr. Yasdinul Huda.

Kepala BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menghadirkan program kebencanaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kami sangat terbuka untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat secara kolektif. Dukungan dari kalangan akademisi dan mahasiswa tentu akan memperluas jangkauan edukasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Dr. Suhaidi, M.T., dari BMKG Padang Panjang juga menyatakan dukungannya terhadap pembentukan TRC sebagai role model kampung siaga bencana. Ia menyampaikan bahwa BMKG siap mendukung dari sisi data, edukasi, serta pelatihan terkait deteksi dini gempa dan tsunami.

Kunjungan ini menjadi langkah awal penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan rencana aksi bersama. UNP optimistis sinergi ini tidak hanya mendukung program Kampus Berdampak, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 11: Sustainable Cities and Communities, melalui pembentukan masyarakat tangguh bencana;
  • SDG 13: Climate Action, lewat edukasi mitigasi risiko bencana yang diperburuk oleh perubahan iklim;
  • SDG 4: Quality Education, melalui peningkatan literasi kebencanaan berbasis kampus dan masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh model kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga teknis dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana di Indonesia. (Dioni)

You might also like