Thufikur Rahman Penderita Penyakit Tumor Mata Butuh Dana Untuk Operasi

0
702

PAMEKASAN, Independennews.com — Lengkap sudah penderitaan yang dialami Thufikur Rahman (22) siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Desa Tlanakan Pamekasan, Warga Dusun Selatan Desa Buddih Kecamatan Pademawu. Rahman Putra pasangan almarhum Moh Sakur dan Sitti Sulihah harus berjuang dengan penyakit tumor pada mata sebelah kirinya.

Menurut Sitti Sulihah, kelainan pada mata kiri putranya timbul semenjak dia masih berumur 4 tahun, Benjolan timbul pada bagian belakang kepalanya.

“Thufikur Rahman menderita penyakit itu, awalnya ada benjolan di kepala bagian belakang, namun sekarang benjolan yang ada belakang gak ada malah pindah ke mata yang sebelah kiri dan semakin hari semakin membesar,” terang Sulihah.

Lanjutnya, pada waktu rahman berumur 4 tahun Thufik pernah dibawa ke Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya satu kali.

“Namun tidak kami lanjutkan karena bapaknya Thufik keburu meninggal dunia, dari mana kami dapat biaya operasi dan wira – wirinya itu pak,” ungkap Sulihah.

Sambung Sulihah, Kami kemali membawa Thufik ke RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan untuk diperiksa kembali karena anaknya sempat sakit hingga tidak bisa berjalan, sementara bengkak dimata Thufik semakin parah dan membesar hingga sulit untuk dipejamkan saat tidur.

“Menurut Hasil pemerikasaan dokter di RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan di poli saraf katanya anak ini terkena penyakit tumor mata dan harus di operasi.

“Miskipun mata anak ini di oprasi, namun tetap tidak bisa digunakan atau tidak bisa melihat yang sebelah kiri, paling cuma di angkat dan di ganti bola mata pasangan, biar bisa ditutup saat tidur,” terang Anton tokoh pemuda yang mendampingi Sulihah ke rumah sakit, Selasa (5/12/17)

Anton menerangkan bahwa dirinya akan membantu anak ini sebisanya, selain anak ini tuna rungu, tuna wicara dan mata kirinya harus segera di operasi.

“Kartu Indonesia Sehat (KIS) sudah punya, tinggal bagaimana mencari biaya wira wirinya saja, sementara orang tua Thufiq hanya bekerja serabutan, kadang jadi tukang cuci baju dan tukang setrika panggilan, itupun tidak tiap hari dapat, jadi ini sangat memprihatikan sekali,” jelas Anton.

Sulihah berharap dengan kondisi yang dialami Thufik saat ini semoga akan ada donatur yang peduli dan tergerak hatinya untuk bisa membantu meringankan beban biaya wira-wiri terutama biaya hidup saat berada di rumah sakit dr. Soetomo Surabaya.” ujar Anton

(Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here