Teror Terhadap Wartawan Diduga Buntut Panjang Dari Sebuah Pemberitaan

0
170

BATAM, Salah seorang wartawan media online di Kota Batam, yang bekerja sebagai wartawan di Media Painews.id (Grup Medinas) bernama Novizul MN (Khoy) mendapat teror atau intimidasi dari orang tak dikenal (OTK)

Menurut keterangan dari Novizul kejadian bermula pada hari Kamis malam (10/9/20) sekira pukul 23.00 WIB. Dimana kaca bagian belakang mobil pribadi milik Novizul atau yang akrab disapa Roy  kaca mobil di bagian belakang dipecahkan  oleh Orang Tak di Kenal.

Kaca mobil Escudo 2.0 bernomor Polisi BP 1830 EY itu didapatinya telah hancur saat dirinya sedang makan nasi goreng di sebuah warung pinggir jalan dibilangan Batu Aji Kota Batam.

Seorang Wanita, saksi mata yang menyaksikan kejadian itu mengatakan bahwa ini dilakukan oleh 2 laki-laki paruh baya dengan benda tumpul yang diperkirakan telah ada saat turun dari motornya. “Kayaknya sudah direncanakan,” ujar saksi yang enggan disebutkan namanya.

Menurut saksi bahwa pelaku mengenakan baju kaos putih dengan jaket, dan sengaja melakukan pecah kaca yang semula diduga untuk tujuan perompakan.

“Semula saya kira mau merampok atau mencuri sesuatu dari dalam mobil. Tapi setelah menyaksikan ternyata mereka hanya pecah kaca dan kabur, maka saya menduga-duga ini bukanlah perompakan“. tuturnya.

Atas kejadian naas yang dialaminya, Roy langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Batu Aji, Jumat (11/9/20).

Novizul Khoy adalah salah satu Wartawan senior yang mulai berkarir sejak tahun 90-an di Kota Batam adalah salah seorang insan Pers yang cukup akrab dengan banyak wartawan dan pemilik media di Kota Batam.

Menyikapi kejadian yang menimpa dirinya, Roy berharap agar aparat Kepolisian dapat menangkap pelaku. Roy juga berharap kepada rekan-rekan wartawan agar tetap kompak dan bersatu dalam menjadikan Media sebagai salah satu Pilar kebangkitan dan yang tidak akan pernah takut terhadap teror dan juga intimidasi.

Ditempat berbeda Gusmanedy Sibagariang, pimpinan redaksi media Independen news.com sangat menyesalkan kejadian tersebut. Gusmanedy yang juga sudah malang melintang dalam dunia Jurnalistik mengatakan bahwa intimidasi dan teror adalah sebuah tindakan pengecut dan menjadi musuh dari semua orang.

“Saya katakan dengan tegas, bahwa tindakan intimidasi dan teror adalah merupakan tindakan melawan hukum dari orang-orang pengecut yang tidak punya nyali untuk berhadapan secara langsung,” tegasnya.

Lanjutnya,” Saya berharap pihak Kepolisian bertindak serius dalam menangani dan mengungkap dalang dari pelaku teror ini. Karena intimidasi dan teror adalah musuh semua orang. Apalagi ini terjadi kepada salah seorang wartawan.

Sebagai seorang wartawan naluri saya mengatakan, bahwa tindakan ini terjadi ada kaitannya dengan pemberitaan yang ditulis oleh saudara Roy sebelum-sebelumnya,” ungkapnya.

Sambungnya lagi, “Saya mau katakan terhadap siapapun yang telah melakukan teror ini. Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melawan dan tidak akan pernah berhenti menulis dan menyuarakan segala sesuatu yang kami anggap menyalahi aturan,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here