Terindikasi Penggelapan Gaji PHL, Oknum Pimpinan Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Batam Juga Diduga Bermain Anggaran BPJS

0
323

INDEPENDENNEWSS.COM, BATAM — Pimpinan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, memilih bungkam atas adanya dugaan pemotongan gaji 21 orang Pekerja Harian Lepas (PHL), atau Pekerja Pemeliharaan Rutin Jalan Kota Batam.

Selain dugaan pemotongan gaji yang mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya dari upah Pekerja Harian Lepas (PHL), ada juga dugaan bahwa Pimpinan Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Batam bermain anggaran BPJS Kesehatan.

Hal ini diketahui dari adanya keterangan dari beberapa orang Pekerja Harian Lepas (PHL) yang bekerja atau pernah bekerja disana.

“Upah yang kami terima setiap bulannya adalah sebesar Rp.2.950.000,- (dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah). Setelah dilakukan pemotongan sebesar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) yang kami duga adalah uang iuaran BPJS Kesehatan dan juga BPJS ketenagakerjaan, maka upah bersih yang dibayarkan melalui rekening adalah sebesar Rp.2.800.000,- (dua juta delapan ratus ribu rupiah),” jelas sumber yang namanya tidak mau untuk disebutkan.

Hal ini memperkuat dugaan, bahwa ada indikasi kejahatan atau dugaan permainan anggaran, yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai atau oknum pimpinan di Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Batam.

Pasalnya, melalaui pengupahan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang terdapat dalam draf gaji yang dikeluarkan oleh Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Batam, dengan jelas dituliskan rincian upah, pemotongan upah tidak masuk kerja, dan upah yang diterima oleh pekerja.

Dimana dalam draf gaji yang telah ditandatangani oleh beberapa orang pekerja tersebut, tertera jelas upah dari masing-masing pekerja. Diantaranya upah delapan orang pekerja tertera sebesar Rp.5.625.000,- (lima juta enam ratus dua puluh lima ribu rupiah). Enam orang pekerja tertera dengan upah sebesar Rp.4.500.000,- (empat juta lima ratus ribu rupiah). Tujuh orang pekerja tertera dengan upah sebesar Rp.5.250.000,- (lima juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Maka dari upah 21 orang Pekerja Harian Lepas (PHL) atau Pekerja Pemeliharaan Rutin Jalan Kota Batam yang tertera dalam draf gaji tersebut, Pemerintah melalaui APBD diperkirakan setiap bulannya mengeluarkan anggaran sebesar Rp.117.750.000,- (seratus tujuh belas juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).

Namun yang cukup mengherankan, dalam draf gaji Pekerja Harian Lepas (PHL) tersebut, tanpa adanya penjelasan pemotongan, gaji masing-masing pekerja hanya dibayarkan secara merata sebesar Rp.2.950.000,- (dua juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah). Maka dari jumlah upah tersebut, uang yang dikeluarkan hanya sebesar Rp.61.950.000,- (enam puluh satu juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah).

Artinya ada dana yang diperkirakan sebesar Rp.55.800.000,- (lima puluh lima juta delapan ratus ribu rupiah) yang tidak jelas anggaran penggunaannya setiap bulannya dari pemotongan upah PHL, di Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Batam. Sementara jumlah Pekerja Harian Lepas (PHL) diperkirakan ada ratusan orang yang bekerja di Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota Batam, yang belum diketahui sistem pengupahannya.

Tidak sampai disitu, sebagaimana penjelasan diatas dari pekerja, bahwa masing-masing pihak pekerja masih dikenakan pemotongan sebesar Rp.150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) yang diduga untuk pemotongan pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan juga BPJS ketenagakerjaan.

Sementara dari data yang dihimpun oleh media Independennews.com, ada dana anggaran pembayaran iuaran BPJS, atau iuran Jaminan Kesehatan yang dianggarkan dalam pagu anggaran sekitar Rp.401.100.000,- (empat ratus satu juta seratus ribu rupiah).

Dengan semua data dan juga informasi tersebut, ditambah dengan bungkamnya Pimpinan Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air Kota terkait surat konfirmasi yang dilayangkan oleh Keredaksian media Independennews.com, Rabu (27/01/2021) semakin memperkuat dugaan adanya tindak kejahatan berupa penggelapan anggaran di Dinas Sumberdaya Air Kota Batam.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here