APBD Batam 2017 Rp 2,5 Triliun

0
530

BATAM-Setelah melalui proses panjang pembahasan APBD Murni Kota Batam, Ahirnya DPRD Batam menyepakati Prioritas Plafon Anggaran sementara APBD kota batam 2017 sebesar Rp 2,5 Triliun.

Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengatakan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Kota Batam tahun anggaran 2017, telah disahkan setelah melalui pembahasan intensif oleh banggar DPRD Kota Batam dan tim anggaran pemerintah kota batam.

Menurutnya, Keterlambatan pengesahan Anggaran bukan karena disandera DPRD, kami tak berniat memperlambat pengesahan APBD tersebut. Keterlambatan itu semata mata disebabkan beberapa hal yakni lambatnya penyerahan RPJMD oleh Pemko Batam, pengesahan OPD.”Ujar Nuryanto usai dalam sidang paripurna, Kamis (12/1/17)

Selain itu,Kata Nuryanto, kami sudah menyarankan agar pemko secepatnya menyerahkan KUA PPAS pertengahan tahun 2016 lalu, tetapi pemko tak kunjung menyerahkan KUA PPAS itu, Dan ketika KUA PPAS masuk kedewan ada sejumlah pokok-pokok pikiran atau aspirasi yang tidak tidak masuk dalam RKPD.”Terang Caknur politisi PDI P itu

Sementara itu, Walikota Batam, Rudi.SE dalam pidatonya pada paripurna DPRD Batam , Kamis (12/1/17) dikutip dari kejoranews

“Rudi menuturkan pendapatan daerah dari penerimaan dan pembiayaan APBD 2017 berjumlah Rp 2.551.810.106.228,24, dengan rincian; pendapatan APBD sebesar Rp 2.443.543.430.742,52, dan belanja daerah Rp 2.548.810.106.228,24. Dan Pembiayaan Daerah sebesar Rp 108.226.675.485,72.

Pembiayaan Daerah Rp 110 miliar lebih itu terbagi, yakni sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2016 sebesar Rp 97.766.675.485,72 (97 miliar lebih), penerimaan kembali pemberian pinjaman sebesar Rp 10.500.000.000,00, dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 3.000.000.000,00 untuk pemberian pinjaman dana bergulir.

Usai sidang paripurna, Muhammad Rudi Walikota Batam ketika ditanyai tentang besarnya angka Silpa tahun 2016 itu, menampik jika Silpa itu mengindikasikan kurang efektifnya sejumlah SKPD menggunakan anggarannya. Menurutnya Silpa yang cukup besar itu, berasal dari sisa lelang tender di SKPD terkait.

” Silpa itu banyak dari nilai dari lelang, contohnya yang pagunya Rp 2 miliar yang menang Rp 1,7 miliar, kan masih ada sisa Rp 300 juta, itulah yang menumpuk dan menjadi Silpa. Kedua memang ada yang tidak bisa lelang, namun ini bukan berarti yang menjadi Silpa dari Dinas infrastruktur saja, karena PU tahun ini selesai semua pekerjaannya,” ujar Rudi menjelaskan.(KN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.