Telan Dana Desa Rp200 Juta, POM Mini Milik Desa Pelayang Pakum

0
272

TEBO, INDEPENDENNEWS.COM — Pusat Operasi Minyak (POM) mini milik Desa Pelayang, Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo yang berada di simpang PT. TPIL Pinggir di jalan lintas Tebo, Jambi tidak lagi beroperasi.

Badan Usaha Milik Desa yang di modali dari Dana Desa Tahun Anggaran 2018 dengan nilai Rp 200 juta, yang mulai beroperasi pada (16/11/2018) hanya beroperasi selama tiga bulan saja. Setelahnya hingga saat ini POM mini milik Desa Pelayang itu sudah tidak lagi beroperasi.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun oleh wartawan Independennews.Com dari beberapa sumber, Kamis 19/03/2020, ada beberapa hal yang menyebabkan POM mini milik Bina Usaha Desa ini berhenti beroperasi.

M.Solikin mantan sekretaris Bumdes Pelayang mengungkapkan, bahwa usaha POM Mini milik Desa Pelayang ini terhenti karena dibangun tidak dengan rencana yang matang. Selain itu juga dikarenakan tata kelola manajemen yang tidak transparan.

Bahkan juga dikarenakan tidak berfungsinya tupoksi pengurus. Sehingga di awal berjalan saja sudah ada pengurus yang mengundurkan diri,” ungkapnya.

Lanjutnya lagi, “Usaha Bumdes itu di danai dari dana Desa senilai 200 juta. Tetapi semenjak Bumdes di bangun dan beroperasi, bendahara Bumdes dan juga saya sebagai sekertaris, tidak pernah melihat dana tersebut. Dan yang mengetahui dana Desa tersebut hanya Ketua dan bendahara Desa yang merupakan istrinya sendiri.

“Semestinya dana usaha Bumdesa itu di pegang oleh bendahara Bumdes, bukan dipegang oleh bendahara Desa,” ucapnya kesal.

Sambungnya lagi, “Soal POM mini Bumdes, diawal kami menyarankan jika ingin buat usaha POM mini, sebaiknya menerima suplay BBM langsung dari Pertamina. Jadi diurus dulu perizinannya dengan pihak Pertamina. Bukan seperti sekarang ini membeli di SPBU yang secara hukumnya itu Ilegal dan beresiko hukum.

Jika suplay BBM didapat langsung dari Pertamina tentu kita dapat stock BBM yang legal dan continue. Maka tentunya POM mini Bumdes tersebut bisa lancar beropersi sampai saat ini,” tambahnya.

Ditempat berbeda, Deri Ketua Bumdes Desa Pelayang menyampaikan alasannya mengapa POM mini milik Bumdes Pelayang akhirnya berhenti beroperasi.

“Usaha Bundes bukan tidak berjalan, hanya saja kami kesulitan untuk mendapatkan BBM karena mengambil minyak sangat sulit di SPBU saat itu. Karena saat itu kami membelinya di SPBU dengan cara mengantri menggunakan jerigen seperti pedagang minyak lainnya.

Hal ini terjadi karena kami belum mengajukan kerjasama secara resmi dengan pihak Pertamina. Dan saat ini Kepala Desa sedang mengurus izinnya,” jelas Deri Ketua Bumdes Bina Usaha desa Pelayang.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan apa yang di sampaikan oleh Kepala Desa Pelayang. Ketika dihubungi Kepala Desa Pelayang mengatakan, bahwa tidak beropersinya POM mini Bumdes tersebut disebabkan pompa untuk pengisi BBM rusak.

“POM Mini milik Bumdes Desa Pelayang hanya beroperasi selama kurang lebih tiga bulan saja. Dan berhentinya POM mini milik Bumdes Pelayang tersebut dikarenakan pompa pengisi BBM-nya rusak,” jelas Kades Pelayang menjelaskan kepada wartawan(Hrf)

Editor: Lukman Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.