SNBP Bermasalah Ratusan Siswa MAN 2 Model Desak Sekolah Bertanggung Jawab

Para siswa menuntut kejelasan pihak sekolah terkait proses pendaftaran SNBP bermasalah. Jumat (7/2/2025). (Dok. Ist)

Independennews.com | Medan – Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolah di Jalan Willem Iskandar pada Jumat (7/2/2025).

Para siswa menuntut kejelasan dari pihak sekolah terkait proses pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang dianggap bermasalah.

Aksi itu dipicu oleh dugaan keterlambatan pihak sekolah dalam menginput nilai siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), yang menjadi syarat utama pendaftaran SNBP.

Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa telah mendatangi sekolah pada Kamis (6/2/2025) untuk meminta pertanggungjawaban atas permasalahan tersebut.

Seorang wartawan yang hendak meliput aksi tersebut sempat tidak diizinkan masuk oleh pihak sekolah.

Namun, ratusan siswa kemudian menjemputnya ke gerbang, memastikan ia bisa masuk dan meliput jalannya demonstrasi.

“Sempat tertahan di gerbang dan tidak diizinkan masuk dengan alasan sedang ada pengarahan. Tapi akhirnya saya dijemput para siswa sehingga bisa masuk,” ungkap wartawan tersebut.

Dalam orasinya, Farel, siswa kelas XII, mengumumkan bahwa orang tua siswa akan mengadakan rapat dengan pihak sekolah pada Sabtu (8/2/2025).

Ia berharap para orang tua dapat menyampaikan kegelisahan siswa secara langsung kepada pihak sekolah.

“Kami ingin masalah ini segera diselesaikan. Tapi mohon jangan ada yang merusak fasilitas sekolah,” seru Farel di hadapan massa aksi.

Para siswa membawa spanduk berisi tuntutan terkait kejelasan pendaftaran SNBP. Mereka juga menyalakan flare sebagai bentuk protes atas ketidakpastian yang mereka hadapi.

Menanggapi aksi demonstrasi tersebut Wakil Kepala MAN 2 Model Medan, Ahmad Badrin Siregar, mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Kepala MAN 2 Model Medan, Wuri Tamtama Abdi, yang saat ini berada di Jakarta.

“Sebentar ananda, ini kita sedang video call langsung dengan Pak Kepala, kalau mau, perwakilan siswa bisa kemari,” ujarnya kepada para demonstran.

Sementara itu, siswa lainnya, Giga, menyampaikan bahwa pihak sekolah meminta para siswa bersabar hingga Kepala MAN 2 Model Medan kembali dari Jakarta untuk membahas masalah tersebut lebih lanjut.

“Mereka bilang kalau bisa, kita undang orang tua siswa yang eligible,” ungkap Giga.

Aksi demonstrasi akhirnya berakhir setelah pihak sekolah memberikan penjelasan.

Namun, beberapa siswa mengaku melihat operator sekolah yang bertugas menginput data tiba-tiba meninggalkan tempat saat aksi berlangsung.

Sebelumnya, perwakilan orang tua siswa, Dinar Agung, menegaskan bahwa permasalahan itu terjadi karena hingga batas waktu 31 Januari 2025, pihak sekolah belum menyelesaikan proses penginputan nilai ke PDSS.

“Ini kesalahan pihak sekolah, bukan faktor komputer,” tegas Dinar yang didampingi perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan.

Dengan adanya aksi tersebut para siswa dan orang tua berharap pihak sekolah segera memberikan solusi agar hak mereka untuk mengikuti SNBP tidak hilang akibat kelalaian administrasi. (**)

You might also like