Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi I Sekretariat DPRD Sulbar ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Administrasi Tidak Tetap (TATT). Tujuannya adalah meningkatkan kompetensi pegawai dalam mengimplementasikan sistem digital terintegrasi sebagai bagian dari reformasi birokrasi.
Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menekankan bahwa transformasi digital merupakan keharusan untuk mewujudkan Sulbar maju dan sejahtera.
Program Garis SDK SIAP dirancang oleh Irma Trisnawati, Kepala Bagian Fasilitasi Pengawasan dan Penganggaran, sebagai bentuk aksi perubahan untuk mendorong tata kelola kinerja yang lebih efektif, efisien, dan transparan.
“Melalui Garis SDK SIAP, kami ingin seluruh proses kinerja lebih tertata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Irma dalam arahannya.
Ia menjelaskan, sistem digital ini memungkinkan dokumentasi kinerja yang akurat, cepat, dan mudah diakses, sehingga dapat mendukung kelancaran tugas kelembagaan DPRD.
Sosialisasi ini menjadi langkah awal membangun budaya kerja berbasis digital di lingkungan Sekretariat DPRD Sulbar, sekaligus pondasi menuju pelayanan publik yang modern dan akuntabel.