IndependenNews.com, Taput | Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUTR) Kab.Tapanuli Utara(Taput) Rikson Tamba belum bisa dimintai keterangan terkait proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Aek Tangga Kec.Garoga. Sebab jarang terlihat di kantor dinas PUTR, termasuk ketika dihubungi melalui ponsel tidak menjawab.
Menurut S.Hutabarat Pegiat Sosial kontrol Kab.Taput selasa(29/8/2023) menyebutkan,belum begitu mengenal sosok Rikson Tamba yang menjadi Pejabat pembuat Komitment(PPK) dari Proyek yang ada di Kec.Garoga.
“Saya belum begitu mengenal sosok Rikson Tamba, karena sudah berapa kali mendatangi ruang kerjanya, baik pagi, siang maupun menjelang tutup kantor belum pernah jumpa”terang Hutabarat.
Dikatakan S.Hutabarat,kepentingannya menemui Rikson adalah untuk konfirmasi mengenai proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Aek Tangga yang diduga tidak sesuai dengan specifikasi tehnik konstruksi bangunan.
Menurutnya, dugaan itu timbul dari hasil investigasi lapangan serta informasi masyarakat sekitar lokasi proyek dikerjakan atau tepatnya dari warga Kec.Garoga.
Dari hasil investigasi lanjut S.Hutabarat, pekerjaan Proyek tersebut pada lantai bangunan di sejumlah titik sudah terkelupas memanjang. Akibatnya pasangan batu pada lantai bangunan terlihat jelas.
“Dari amatan langsung, lantai bangunan sudah terkelupas memanjang. Sehingga pasangan batu terlihat jelas” tutur S.Hutabarat.
Belum lagi kwalitas campuran semen yang terpantau rapuh, ada dugaan campuran material tidak sesuai dengan RAB, sehingga patut diduga ada kurang pengawasan pada proyek tersebut tambah S.Hutabarat.
(Maju Simanungkalit)