IndependenNews.com – Humbahas | Sekitar 400 orang lebih masyarakat, memadati lokasi reses perseorangan anggota DPRD Sumatera Utara Fraksi PDI Perjuangan Pantur Banjarnahor, di Objek Agrowisata Silemeleme, Desa Parsingguran II, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Minggu (9/3/2025).
Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Humbahas Dina Simamora, Camat Pollung Imron Banjarnahor, Kepala SMA Negeri 1 Pollung Erbin Sitorus, para Kepala UPT SMP se-Kecamatan Pollung, para Kepala UPT SD se-Kecamatan Pollung, Tokoh Masyarakat Desa Parsingguran II, Tokoh Agama, dan ratusan warga masyarakat.
Kedatangan rombongan Pantur Banjarnahor disambut meriah dengan Tortor Batak yang dibawakan sejumlah siswa UPT SMP Negeri 010 Parsingguran II dan siswa UPT SMP Negeri 007 Sinambela.
Dalam sesi serap aspirasi, Jaipar Sihombing, warga Desa Parsingguran II, mengeluhkan betapa susahnya para orang tua di tempat tinggalnya untuk mendaftarkan anak mereka bersekolah di SMA.
Hal itu, kata dia, karena desa mereka memiliki akses yang lumayan jauh dengan lokasi SMA, sehingga terimbas dengan kebijakan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi.
“Sehingga besar harapan kami, Bapak Pantur mau menggiring keinginan kami ke tingkat provinsi, supaya dibangun 1 lagi SMA di kampung kami ini”, pinta Jaipar.
Ia mengatakan, proses mendaftarkan anak mereka untuk bisa bersekolah di SMA Negeri di wilayah tersebut sangat susah. Bahkan jika dibandingkan dengan mendaftar ke perkuliahan, mendaftar SMA jauh lebih sulit.
“Mendaftar untuk masuk ke SMA Negeri di sini, jauh lebih sulit daripada masuk kuliah”, imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala SMA Negeri 1 Pollung, Erbin Sitorus. Katanya, sekolah yang ia pimpin saat ini setiap tahunnya disuplai peserta didik baru dari 6 SMP/Sederajat, dengan rincian 5 UPT SMP dan 1 MTs. Dan jika dihitung rata-rata tiap tahun, ada sekitar 500 orang lebih tamatan dari ke 6 SMP/Sederajat tersebut.
“Padahal kami hanya memiliki daya tampung peserta didik baru hanya sebanyak 288 orang”, terang Erbin.
Ia pun meminta kepada Pantur Banjarnahor, selaku legislator, supaya menampung permohonan penambahan gedung kelas baru.
“Karena jika ditambah sekitar 2 kelas lagi per 1 tingkatan, siswa yang mendaftar ke SMA Negeri 1 Pollung dari 6 UPT SMP/Sederajat tadi akan bisa tertampung. Supaya tidak ada lagi kesan seolah-olah pihak sekolah yang mempersulit penerimaan siswa di sekolah kami”, sambung Erbin.
Sementara camat Pollung, Imron Banjarnahor, yang mewakili warga Desa Parsingguran II, juga mengharapkan adanya pengadaan air bersih di Dusun VII Desa Parsingguran, khususnya di wilayah objek Agrowisata Silemeleme.
Sebab, kendala terbesar dalam pengembangan tempat wisata itu saat ini, kata Imron, adalah masalah tidak tersedianya air.
Ia juga mengatakan, sejumlah usaha telah dilakukan untuk mendukung tersedianya suplai air di lokasi Silemeleme. Kucuran dana hibah dari TNI juga sempat berproses, namun Imron mengaku belum mengetahui penyebab pasti terkendalanya proses kelanjutannya.
“Ada juga proyek dari dinas Perkim Kabupaten Humbahas yang dikerjakan Kelompok Swakelola Masyarakat (KSM), tapi belum ada hasilnya kita lihat. Nah semoga, ke depan keluhan kami akan kebutuhan tentang air ini bisa terealisasi”, tukas Imron.
Pantur Banjarnahor yang mendengar sejumlah aspirasi tersebut berjanji akan menampung dan mencatatnya.
Di samping itu, ia juga menyampaikan pesannya kepada kaum kaula muda dan para pelajar di Kecamatan Pollung, supaya tetap rajin belajar. Mereka diminta untuk bisa berkreasi dan aktif bersinergi untuk pengembangan diri dan lingkungan.
Pantur juga menyoroti banyaknya remaja sekarang yang terlalu fokus bermain HP, sehingga tidak menunjukkan kreativitas positif. Sehingga ia menghimbau, kaum remaja tidak terlalu candu dengan HP hingga mengesampingkan kegiatan-kegiatan positif.
“Belajar dan belajar. Itu yang terpenting. Menggunakan HP tetapi hanya untuk mengambil ilmu dari sana, tidak masalah. Jadilah manusia kreatif. Semangat. Salam Marpadot”, pungkasnya. (Rachmat Tinton)