Polres Sumedang Polda Jabar Ringkus 7 Pengedar Ganja dan Sabu-Sabu

0
27
Foto: Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polres Sumedang

IndependenNews.com. Sumedang | Polres Sumedang Polda Jabar menggelar konferensi pers ungkap kasus Narkoba jenis sabu dan ganja di wilayah hukum Polres Sumedang.

Konferensi pers tersebut dipimpin oleh Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto dan dihadiri Kasat Narkoba AKP Bagus Panuntun.

Dalam penyampaiannya, Eko mengatakan bahwa pihaknya berhasil menangkap 5 (lima) orang pengedar narkoba jenis sabu dengan inisial MF, JJ, IG, FK dan ADK dan 2 (dua) orang pengedar jenis ganja berinisial CK dan TK, ditangkap pada Rabu, (12/01/2022).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Ibrahim Tompo, mengatakan bahwa empat pelaku pengedar narkoba jenis sabu berhasil ditangkap pada 3 Januari 2022 lalu dan 1 pelaku lainnya yakni ADK ditangkap pada 6 Januari 2022.

“Sedangkan untuk pelaku narkoba jenis Ganja CK dan TK ditangkap tanggal 8 Januari 2022. Dari ketujuh pelaku yang dimankan ketika di tangkap berada di tempat umum dan dari rumah pelaku,” ucap Ibrahim.

Ibrahim menyebutkan, dari ketujuh pelaku tersebut yang berdomisili di Sumedang ada satu orang dan yang enam orang pelakunya lainnya berasal dari Bandung.

“Modus Operandi yang dilakukan dengan cara tempelan(menempelkan/menyimpan) Barang bukti disuatu tempat yang kemudian diambil oleh pelaku,” ucap Ibrahim.

Lanjut Ibrahim mengatakan bahwa pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu sebanyak 25,9 Gram dan ganja sebanyak 290,5 Gram.

Oleh karena perbuatannya, pelaku pengedar narkoba tersebut dikenai Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah) dan denda paling banyak 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah)”.

Kemudian pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) Huruf a Undang-undang RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

“Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan denda paling sedikit 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) dan denda paling banyak 8.000.000.000,- (delapan miliar rupiah),” tutupnya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here