Politisi PKB Rakhmadsyah Kecewa, Rencana Pemekaran Beberapa Kecamatan Tak Masuk Dalam Propemperda 2020

0
68

DELISERDANG, INDEPENDENNEWS.COM–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Deliserdang bersama eksekutif sepakat menunda rencana pemekaran Kecamatan Percut Seituan, Kecamatan Hamparan Perak, serta Penataan Kecamatan Sunggal dan Labuhan Kabupaten Deliserdang. Keputusan tersebut diambil dalam rapat paripurna pengesahan Propemperda tahun 2020, pada Jumat (3/7/20)

Dalam Rapat Paripurna DPRD Deli Serdang dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Deliserdang, diungkapkan bahwa pada tahun 2020 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemekaran dan Penataan Kecamatan dihapus dari daftar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Untuk Tahun ini hanya ada 14 Ranperda yang dimasukkan ke dalam daftar Propemperda.

Sidang paripurna pengesahan 14 Ranperda ke dalam Propemperda itu dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Amit Damanik didampingi T.Ahmad Tala’a dan Nusantara Tarigan Silangit.

BACA JUGA : Pengecekan Ranmor dan Perawatan R2 di Mapolres Kepulauan Anambas

Meskipun Ranperda tentang Pemekaran dan Penataan Kecamatan sudah bertahun-tahun dimasukkan dalam Propemperda namun pada tahun ini Ranperda itu tidak lagi dimasukkan dalam daftar Propemperda.

Menanggapi keputusan tersebut Anggota DPRD Deliserdang, Rakhmadsyah sempat ngotot dalam rapat paripurna meminta agar Ranperda tentang Pemekaran dan Penataan bisa kembali dimasukkan dalam Propemperda. Kerena menurutnya sangat penting bagi masyarakat terkhusus untuk Kecamatan Percut Seituan.

Dikatakan Rakhmadsyah Kecamatan Percut Seituan sangat layak dimekarkan, mengingat jumlah penduduk yang bermukim di kecamatan Percut Seituan sudah mencapai 470 ribu jiwa yang bahkan lebih besar dibandingkan 24 Kabupaten Kota yang ada di Sumatera Utara.

BACA JUGA : Akhyar Jalin Silaturahim dan Imunitas Tubuh Lewat Olahraga Bersepeda

“Terus terang apa yang disampaikan hari ini sangat melukai warga masyarakat Percut Seituan. Bagaimana masyarakat bisa memperoleh pelayanan prima kalau hanya dipimpin satu Camat. Siapa pun Camatnya pastilah tidak seperti yang diharapkan. Karena ada satu Polsek satu polisi hanya membawahi 5 ribu masyarakat padahal idealnya hanya 600 masyarakat,”ucap Rakhmadsyah.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) inI sempat meminta agar rekan-rekannya yang berada di Daerah Pemilihan 6 (Percut Seituan dan Batang Kuis) untuk membuka hatinya karena apa yang ia ucapkan murni untuk kepentingan masyarakat.

Bahkan, kata Rakhmadsyah, rencana pemekaran beberapa kecamatan ini sudah pernah di Pansus kan, bahkan nama Kecamatan juga dibentuk yakni Percut Deli untuk pemekaran Percut Seituan. Selain itu lahan untuk Kantor Camat juga sudah disiapkan.

“Tapi hari ini mimpi tinggal mimpi. Saya bukan marah tapi menyuarakan aspirasi masyarakat ini. Mohon dengan sangat tokoh yang hadir di ruangan ini. Dan saya minta dengan segala hormat tolong masukkan tentang pemekaran Percut Seituan,”kata Rakhmadsyah.

BACA JUGA :.Akhyar Sambangi Gereja Katolik St. Maria Pintu Surga, Pastikan Terapkan Protokol Kesehatan

Meski dari dapil 6 ada 11 kursi namun saat itu hanya Rakhmadsyah yang tampak bersuara di dalam paripurna. Karena kalah suara dan mendapat persetujuan untuk disahkan akhirnya Amit Damanik pun mengetuk palu dan mengesahkan hanya 14 Ranperda saja yang dimasukkan dalam Propemperda tahun 2020.

Saat itu Rakhmadsyah yang sudah tiga periode menjabat tampak lesu begitu rekan-rekannya yang lain setuju hanya 14 Ranperda yang dimasukkan dalam Propemperda. Dari 50 orang anggota DPRD pelaksanaan paripurna ini hanya dihadiri oleh 28 orang dewan.( idr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.