Polda Kepri Makin Gencar Tangkap Pelaku Pengiriman PMI Ilegal Non Prosedural

0
97

IndependenNews.com, Batam | Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan pengiriman calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dari Pelabuhan Harbour Bay Batam menuju negara tetangga Malaysia.

Calon PMI non-prosedural yang akan dikirimkan ke negeri Jiran itu berjumlah 7 (tujuh) orang asal Lampung, Palembang dan Madura. Sementara tersangka yang diamankan berjumlah 1 (satu) orang berinisial A (42) asal Batam.

Direktur Reskrimum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian menyebutkan bahwa penangkapan tersebut berawal dari laporan salah satu keluarga calon PMI yang keberatan bahwa anggota keluarganya akan di berangkatkan ke Malaysia. Laporan tersebut dibuat pada Kamis, 22 Septermber 2022 lalu dan pihak kepolisian langsung melakukan penyelidikan.

“Lalu setelah melakukan penyelidikan di pelabuhan dan orang yang dilaporkan pihak keluarga ditemukan di sekitar pelabuhan Harbour Bay dan kita amankan,” ucap Kombes Pol Jefri dalam konferensi persnya di Polda Kepri, Senin (26/09/2022).

Kombes Pol Jefri juga mengatakan bahwa ketujuh calon PMI tersebut direkrut oleh rekan A yang berada di Lampung, setelah itu dikirim ke tersangka A yang ditampung di rumahnya yang berada di Baloi, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

Kombes Pol Jefri menyebutkan bahwa tersangka A bekerja sendiri di Batam untuk mengurus keberangkatan korban ke Malaysia. Disebutkan juga bahwa rekan A di Lampung dibiayai oleh bosnya dari Malaysia dengan memberikan uang sebesar Rp18.500.000,-

“Selain itu pelaku A juga meminta uang dari korban sebesar Rp1.050.000,- per orangnya dan kegiatan ini sudah ia lakoni sejak 2016 lalu dengan total PMI yang sudah diberangkatkan sebanyak kurang lebih 100 orang,” bebernya.

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 8 buah paspor, 1 unit smartphone, 1 kunci mobil, dan sejumlah uang tunai yang merupakan sisa pemberian bosnya dari Malaysia.

Selain itu kata Jefri, pihaknya juga masih terus melakukan pendalaman terhadap rekan A yang berada di Lampung yang bertujuan sebagai perekrut.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 juncto pasal 83 undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang Pekerja Migran Indonesia dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun,” tutupnya (SOP)

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here