PID Lingga Bekali Perangkat Desa Tingkatkan Kualitas Pemanfaatan DD

0
90

Lingga, Independennews.com — Pelaksanaan Program Inovasi Desa ( PID) kabupaten Lingga melalui TPID bisa mendorong meningkatkan kualitas pemanfaatan Dana Desa (DD) Dengan memberikan rujukan inovasi pembangunan desa serta bida menghasilkan kegiatan inovasi dari kabupaten Lingga menjadi percontohan di tingkat Provinsi dan Nasional.

Pelatihan PID di harapkan mampu menstimulir munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif di desa dan antar desa. PID merupakan salah satu bentuk dukungan kepada desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalam peningkatan produktifitas dan kesehteraan masyarakat,” ungkap Bupati Lingga H. Alias Wello melalui Yusrizal Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan saat menyampaikan kata sambutan dan membuka pelatihan Tim Pelaksana Inovasi desa ( TPID) program inovasi desa, yang di ikuti 50 peserta perwakilan kecamatan sekabupaten lingga, di gelar di Ruang Pertemuan Hotel Gapura Dabosingkep, pada kamis ( 12/9)

Seperti yang di sampaikan Panitia Pelaksana pelatihan TPID bertujuan secara umum TPID di setiap kecamatan di arahkan untuk mempersiapkan TPID membantu pemerintah Desa dalam memfasilitasi pelaksanaan program Inovasi Desa ( PID) serta memastikan seluruh kegiatannya mendukung Implemen Undang undang No 6 tahun 2014 tentang desa.

Secara khusus Program Inovasi Desa ( PID) Membekali Tim Pelaksana Inovasi Desa ( TPID) Agar nemiliki kemampuan memfasilitasi Pemerintah Desa dalam Implementasi Undang Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa, Program Inovasi Desa (PID) serta meningkatkan kapasitas TPID dalam rangka memperkuat Penyelenggaraan Pemerintah Desa, Pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Masyarakat Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Diharapkan hasil pelatihan (TPID) sebagai pelaksana Inovasi desa ditingkat kecamatan memiliki wawasan, keterampilan dan sikap yang memadai dalam mendorong penerintah daerah Khususnya unit kerja sektoral ( OPD) Mendukung Pemerintah desa dalam memfasititasi kegiatan inovasi Desa dan sekaligus memperkuat penyelenggaraan pemerintah, pembangunan desa dan kemandirian secara berkelanjutan, ucap Yusrizal.

Burhanudin, Satker P3MD Provinsi kepri, menyampaikan Inovasi Desa, mengarah kepada ide-ide kreatif dalam pembangunan desa. Selain itu, ia juga menyampaikan bagi desa yang sudah berhasil dapat menjadi contoh dan diikuti bagi desa lainnya .

” agar ada pertukaran pengetahuan kegiatan-kegiatan inovatif yang dana nya bersumber dari Dana Desa, sekaligus sebagai bentuk transparansi penggunaan Dana Desa”. Ujarya

Sementara perintah sendiri dalam melaksanakan selalu mengadakan evaluasi, karena ini amanat yang menggunakan uang negara dan pelaksanaan menggunakan uang rakyat. Proses evaluasi terus dilakukan untuk mencari yang terbaik dalam pemanfaatan dana desa, yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat desa, melalui inovasi inovasi yang ada.

Dia menambahkan, Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 diharapkan Dana Desa dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan program/kegiatan hasil musdes.

“Seperti diketahui bersama bahwa pada beberapa waktu lalu, data dan informasi dana desa, pembinaan dan penguatan kapasitas aparatur pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat dalam pengelolaan dana desa. Dari Tahun ke Tahun Dana Desa mengalami kenaikan, mulai dari tahun 2015 sebesar 20,76 Triliun, pada tahun 2016 naik menjadi 46,98 Triliun, kemudian tahun 2017 naik menjadi 60 Triliun, ” tutup dianya ( juhari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.