Pernyataan Juru Bicara BPN, Undang Kekecewaan Eks Pasukan GAM

0
347

Aceh, Independennews.com –Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, lahan status hak guna usaha (HGU) di Aceh yang dimiliki oleh Prabowo Subianto sebanyak ratusan ribu hektar, telah dimanfaatkan para kombatan Gerakan Aceh Merdeka.

“Hari ini saya dikontak oleh teman-teman dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka di Aceh Tengah. Mereka menyatakan mas kami ini marah kami kecewa dengan statement dan tuduhan Pak Prabowo” ujar Dahnil di Posko Pemenangan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dikutip dari acehtrend.com

Statement Dahnil itu, menuai kekecewaan sejumlah mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), salah satu bekas Komandan Peleton Raja Muda Daerah III, Linge, Kombatan Gerakan Aceh Merdeka, Joni Suryawan, secara tegas membantah apa yang disampaikan oleh mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah itu.

Dikatakan Joni Suryawan, bahwa setelah damai, sempat duduk sebagai anggota Parlemen Bener Meriah mewakili Partai Aceh, mempertanyakan kepada Dahnil, bila disebut lahan itu sudah dikelola oleh mantan kombatan GAM, maka Dahnil harus menunjukkan kombatan yang mana.

“Selaku eks kombatan GAM wilayah Linge saya mempertanyakan, kombatan GAM mana yang telah mengelola lahan itu? Mana buktinya, saya ingin kenal,” ujar Joni pernyataan Dahnil membuat dirinya dan teman-temannya yang lain kaget.

Menurut Joni, Dahnil tidak perlu membawa-bawa nama kombatan GAM, bila hanya ingin membela Prabowo yang telah menguasai tanah Aceh sejak lama melalui mekanisme HGU atau nama lainnya. Karena kombatan memiliki organisasi resmi yaitu Komite Peralihan Aceh (KPA).

“Saya mantan tentara GAM, tinggal di Bener Meriah. Jangan bawa-bawa nama kami. Kalau benar ada, kapan itu diberikan, siapa yang menerimanya? ” kata Joni.

Dia juga membeberkan, sejak perjanjian damai di Helsinki antara GAM dan RI pada 15 Agustus 2005, semua TNA yang turun gunung kembali ke profesi masing-masing.

” Saya dan teman-teman di Gayo kembali ke kebun. Kebun itu merupakan warisan orangtua kami, jadi sangat aneh bila ada yang ngaku-ngaku telah memberikan lahan untuk digarap oleh kombatan GAM,” pungkasnya

Semenetara itu Abu Razak, yang juga petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, serta Sekretaris Jenderal DPA Partai Aceh, juga Ketua Sekber Pemenangan Jokowi-Ma’ruf di Aceh, membantah apa yang disampaikan oleh Dahnil Ahzar Simajuntak itu.

“Hana beutoi pu nyang dipeugah nyan (tidak benar apa yang di sampaikan Dahnil, itu Bohong,” kata Abu Razak.(**)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here