IndependenNews.com, Batam | Walikota Batam, Muhammad Rudi, bersama Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad, menghadiri Rapat Paripurna yang diselenggarakan oleh DPRD Kota Batam, bertempat di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Batam, Sabtu (18/12/2021)
Rapat istimewa tersebut diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Batam (HJB) yang ke-192 tahun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Rapat, Ketua DPRD kota Batam, Nuryanto; Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Marlin Agustina; Wakil Ketua I DPRD Batam, Muhammad Kamaludin dan Wakil Ketua III, Ahmad Surya.
Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam sambutannya mengucapkan selamat Hari Jadi Batam (HJB) yang ke 192 tahun. Selanjutnya, Rudi menceritakan sejarah perkembangan kota Batam.
“Hadirin semua, kita wajib bersyukur dan menjadikan hari kelahiran kota batam ini sebagai inspirasi dan motivasi,” ucap Rudi.
Ia mengingatkan agar Hari Jadi Batam ini harus dimaknai oleh seluruh masyarakat Batam untuk bertekun dan bekerja keras dalam mencari peluang dan mengatasi tantangan hidup. ‘
Hal ini kata Rudi merupakah sifat orang Melayu yang harus tetap di budayakan di kota Batam sebagai mana dikutip dari 7 (tujuh) adat orang Melayu yang ditulis oleh tokoh Melayu yakni Alm. Tenas Efendi.
“Peringatan Hari Jadi kota Batam harus pula dimaknai dengan beradaptasi dikarenakan krisis ekonomi global pada tahun 2017 yang menyebabkan perekonomian batam merosot ke angka 2,61 % dan bertumbuh menjadi 5,92% pada tahun 2019 melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,02%,” paparnya.
Lebih lanjut Rudi mengatakan bahwa dengan munculnya pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi perekonomian di Batam yang mengakibatkan menurunnya perekonomian global sampai triwulan 2 tahun 2021, ekonomi nasional merosot ke angka -5,32% sementara Kepri berada pada kisaran -6,66%.
“Akibat Covid-19 ini juga semakin banyak masyarakat kota Batam yang harus dirumahkan dan kehilangan pekerjaan. Meningkatnya penduduk miskin, menurunnya kunjungan wisatawan yang berdampak pada sektor pariwisata dan kegiatan pendukungnya,” sambung Rudi.
Mengatasi tantangan tersebut kata Rudi, pihaknya akan menjalankan program unggulan yang akan dijalankan diantaranya:
“Dengan ditetapkannya Walikota sebagai ex-officio Kepala BP Batam, berdasarkan PP Nomor 62 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 46 Tahun 2007 Tentang KPBPB. Maka komitmen kedua institusi kota Batam dan dengan dukungan Pemerintah Provinsi Kepri serta dukungan Pemerintah Pusat dalam pembangunan infrastruktur sesuai kewenangannya akan membuka peluang meningkatnya daya saing kota Batam sebagai pusat investasi yang akan mempercepat perwujudan strategi dan program diatas,” terang Rudi.
Menurutnya, meskipun usia kota Batam sudah tua, tapi masih banyak kekurangan yang perlu sama-sama dibenahi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Harapan kami, semoga dengan momentum hari jadi ini dapat menjadikan kota Batam menjadi lebih baik kedepannya, mari bersama-sama kita menjaga situasi kondusif agar tetap terpelihara kerukunan dan persatuan ditengah kemajemukan masyarakat kota Batam.Semoga Batam kedepan semakin gemilang dan berkembang,” harapnya.
Tidak lupa Rudi juga mengajak seluruh warga kota Batam untuk menghormati jasa para pendiri kota Batam, para pejuang kemerdekaan dan para pemimpin terdahulu yang meletakkan pondasi pembangunan dan mengantarkan Batam pada kehidupan seperti sekarang.
“Semoga karya nyata, dan sumbangsihnya akan terus dikenang oleh generasi sekarang dan yang akan datang,” tutupnya.(SOP)