Pengawasan Dinas PU lemah ‘Pengecoran jalan tanpa memperhatikan mutu

0
2605
Kombes Pol Benny Setiawan saat memberi keterangan pers di kantor BNNP Kepri, Batam

Batam-Minimnya pengawasan dari dinas PU Kota Batam terhadap kegiatan pelaksanaan proyek di lingkungan wilayah kota Batam. Membuat para pelaku jasa kontruksi melakukan pelaksanaan proyek Tanpa memperdulikan mutu pekerjaannya.

“Seperti halnya pembangunan semenisasi di lingkungan perumahan Taman lestari baru baru ini dalam pantauan independennews.

“Untuk mengelabui masyarakat setempat Kontraktor Dua Putra melakukan Pengecoran pada malam hari. Dalam kegiatan semenisasi itu, pekerja Kontraktor meratakan semen yang berkapasitas K350 hanya menggunakan besi balok berukuran 3 meter. Anehnya pemadatan semen tanpa disertai dengan alat pibrator sebagai standarisasi pemadatan semen.

Selain itu, Kontraktor yang diawasi oleh konsultan PU itu, tanpa memperhatikan posisi besi. Pengecoran tanpa memperhatikan posisi tulang besi yang dicor.

Poto : ketika pengecoran berlangsung roda mixer semen menggilas pembesian yang akan dicor (Poto:redaksi)
Poto : ketika pengecoran berlangsung roda mixer semen menggilas pembesian yang akan dicor (Poto:redaksi)

“Besi tanpa tahu tahu atau behel penyanggah besi sehingga besi dicor di atas tanah. Dengan ketebalan 20 Cm semestinya tulang besi diposisi tengah 10-11 Cm, bagaimana mungkin tulang besi diangkat setelah pengecoran dilakukan. Ban Mobil mixer masuk mengilas besi yang akan dicor.

Menurut, pengawas proyek yang ditemui independennews dilapangan saat kegiatan pengecoran berlangsung menampik pertanyaan wartawan media ini dengan mengatakan pengecoran tidak ada masalah meskipun posisi besi dicor diatas tanah. jalan ini untuk jalan perumahan dan tidak dilalui oleh alat berat.”katanya menampik

Lanjutnya, dia juga menampik bahwa pemadatan tanpa alat pibrator, menurutnya itu juga tak perlu. Aneh tapi nyata, pelaksanaan proyek Tanpa prosedur yang baik tentu timbul dugaan bahwa Dinas Pekerjaan Umum kota Batam tidak mengutamakan mutu pekerjaan, Dinas terkait hanya menginginkan cepat selesai lalu dananya cepat dicairkan.

“Sementara itu, Proyek pembangunan jalan cor itu menghabiskan dana Rp 1,37 Miliar. Dengan menghabiskan dana miliaran ini semestinya mutu pekerjaan tidak abal abal.

Sampai berita ini diunggah awak media ini belum berhasil menghubungi kepala bidang yang membidangi pekerjaan itu, Suratno.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here