Pengadilan Negeri Tebo Minta Maaf Kepada Wartawan Soal Tindakan Arogansi Oknum Hakim

0
439

TEBO, INDEPENDENNEWS.COM
Sejumlah wartawan dari Media Online, TV dan Media Cetak mendatangi kantor Pengadilan Negeri (PN) Tebo, pada Rabu (5/2/20).

Maksud para wartawan mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Tebo guna meminta klarifikasi terkait tindakan arogansi, pengusiran wartawan TV saat melakukan peliputan proses persidangan perkara penggunaan gelar akademik palsu oleh oknum anggota dewan aktif dprd tebo.

Kehadiran para kuli tinta di kantor penegak hukum itu diterima oleh Ketua Pengadilan Negeri Tebo Armansyah Siregar SH.MH didampingi bagian Humas Pengadilan Negeri Andri Lesmana.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PN Armasyah Siregar.SH.MH mengatakan, terkait soal pengusiran wartawan TV yang meliput saat persidangan berlangsung, itu semata di karenakan adanya mis komunikasi saja.

Menurutnya, sebelumnya bliau sudah memberikan izin untuk wartawan untuk mengambil photo dan liputan untuk pemberitaan bagi awak media. Jika suaranya agak keras saat berucap itu semata mengingatkan, karena memang gaya suara dan karakternya yang keras sebagai orang Medan.

” Kejadian ini hanya mis komunikasi, jika suara saya agak keras itu memang sudah karakter saya sebagai orang medan katanya hangat,” ujarnya

Dia juga mengajak, apabila hal tersebut membuat rekan rekan awak media tersinggung, ‘ saya mohon maaf,”ucapnya

Senada dengan itu disampaikan oleh Hakim Ketua Andri Lesmana.SH.MH selaku humas pengadilan negeri turut memberi penjelasan singkat hal mendasar bila meliput di Pengadilan Negeri Tebo.

Pada persidangan berlangsung, ada beberapa hal dalam proses sidang yang tidak dapat untuk di publikasikan keluar seperti saat mendengarkan keterangan saksi, sebab menurutnya keterangan saksi tidak boleh di ketahui.

“Keterangan saksi yang lainya, tetapi jika agenda sidangnya soal pembacaan gugatan atau tuntutan, itu boleh. Namun media harus menyampaikan kepada Saya, selanjutnya saya akan minta izin kepada hakim,”jelasnya

Dia juga menjelaskan proses persidangan yang tidak dapat di publikasikan terkait dengan keterangan saksi, kalau untuk hal lainya itu boleh saja tetapi tetap harus melalui izin hakim yang menyidangkan.

“Untuk izin itu dapat di beritahukan kepada saya, biar saya yang minta izin kepada hakim.” ucapnya

Sementara itu, pada kesempatan tersebut beberapa wartawan menyampaikan beberapa pertanyaan seputar hal hal berkaitan dengan berita yang akan di sampaikan kepada publik.

Kata iwan perdana, salah seorang Pimred media cetak menyampaikan bahwa dalam membuat berita masing-masing media antara media online, cetak dan TV, memiliki perbedaan kebutuhan dalam memperoleh objek yang akan di beritakan.

Seperti misal media tv mereka memerlukan durasi yang cukup dan pengambilan ending rekamam video yang tepat untuk kwalitas tampilan di pemberitaan di tv, beda dengan media online yang cukup dengan satu petik satu gambar saja dan keterangan saksi peristiwa.

“Sebagai media pemberitaan antara online, TV dan cetak, itu berbeda tehnik dan kebutuhan objek berita, khususnya media TV, mereka sangat membutuhkan durasi dan ending pengambilan video rekaman untuk pemberitaannya.” terang iwan.

Kemudian, Al mengingatkan PN Tebo agar ada terjalin sinergitas dan keharmonisan antara awak media dan pihak pengadilan.

Dia juga mengajak supaya diantara media dan PN Tebo bisa menjalin silaturahim melalui kegiatan seperti kopi Morning.

Usai pertemuan, diantara kedua bela pihak saling bermaaf-maafan dan dilanjutkan dengaan poto bersama.(Hrf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here