Kampus USU Serukan Rekonsiliasi Pemimpin Bangsa

0
992

Oleh : Roy Fachraby Ginting, SH, M.Kn

Kampus Universitas Sumatera Utara sudah menyampaikan buah pikirannya untuk persatuan dan kesatuan bangsa dengan seruan Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH M.Hum yang menyerukan rekonsiliasi nasional usai pelaksanaan pemilu serentak 2019.

Seruan Prof Runtung Sitepu itu menggema dalam skala nasional mengingat hal itu di sampaikan dalam wawancara dengan televisi swasta nasional beberapa waktu lalu.

Rekonsiliasi itu sungguhlah sangat penting untuk memperkuat tali persatuan Bangsa Indonesia, yang sempat terbelah akibat Pemilu 2019. Seruan itu juga mengingatkan kita atas upaya Presiden Jokowi yang telah mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk maksud tersebut agar tensi politik sedikit mereda.

Walaupun kubu Prabowo belum berhasil di rangkul Luhut B Panjaitan dengan alasan belum perlu ada rekonsiliasi karena tidak ada konflik akibat Pemilu 2019 dan Menurut mereka bahwa yang terjadi selama pemilu hanyalah sebatas perbedaan pendapat saja.

Namun paling tidak, himbauan Rektor USU Prof Runtung Sitepu tentu akan berdampak agar Rakyat Indonesia atau masyarakat menerima apapun hasil Pemilu 2019, yang akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada 22 Mei mendatang.

Seruan Runtung Sitepu itu tentu mengingatkan kita bahwa Pemilu itu untuk memilih pemimpin terbaik. Sebelumnya mereka juga telah berikrar untuk siap menang dan kalah. Jangan sampai siap menang tapi tidak siap kalah.

Siapapun nanti terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI berdasarkan penetapan KPU RI tentu memiliki tugas besar untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang sempat terbelah saat Pemilu 2019.

Kita telah melihat dan merasakan Politik identitas sekarang ini semakin mengeras. Kelompok radikal telah masuk ke dunia politik untuk menyalurkan aspirasinya. Itu tantangan dunia perpolitikan kita sekarang.

Saat ini amatlah terasa bahwa aliran intoleran yang marak di Indonesia sekarang ini amatlah berkembang dan seolah negara mau di bawa menjadi negara agama yang mirip dengan fenomena yang terjadi di negara-negara Timur Tengah selama beberapa tahun terakhir ini.

Oleh karena itu, kita juga tentu mengharapkan kiranya organisasi NU sebagai kekuatan Islam terbesar punya tanggung jawab besar untuk mengawal, agar aliran intoleran tidak berkembang di Indonesia dan tentu kita mengharapkan bahwa Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI tetap terjaga dan terawat sebagai pondasi dan dasar Negara, ideologi, filsafat, etika dan pandangan hidup bangsa Indonesia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here