Juru Bicara Partai Demokrat Tak Terima, Dokumen TPF Munir Diungkap Lagi

0
561
Poto : Makam Munir Pengiat Keadilan (kompas)

Jakarta–Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang meminta Jaksa Agung untuk memeriksa Susilo Bambang Yudhoyono terkait urusan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir.

Rachland menjelaskan, harusnya jika Jokowi yakin dokumen tersebut hilang, maka orang nomor satu itu bisa langsung menghubungi SBY.

“Sebenarnya bisa mengontak dan bertanya sendiri kepada Presiden RI ke 6 dengan berbagi niat baik dan kepedulian terhadap penuntasan kasus Munir,” ujar Rachland

Dia mengatakan, menyuruh Jaksa Agung datang menemui SBY sangat merugikan nama baik orang lain, karena Jaksa Agung adalah otoritas hukum pidana.

“Perlu diingat, bahwa membentuk TPF Munir ialah Presiden SBy dan berperan besar dalam mendukung aparat hukum mengejar, mengungkap dan membawa para tersangka ke pengadilan. Nama-nama yang direkomendasikan TPF untuk diperiksa, sudah sebagian besar diadili dan dipidana,” ungkap Rachland, Sabtu, 22 Oktober 2016 seperti dilansir Vivanews.

Rachland yang juga inisiator pembentukan TPF Munir menuding Jokowi sengaja mengangkat isu dokumen hilang untuk mengalihkan perhatian publik.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo akan mencari dokumen tim pencari fakta (TPF) perkara pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib yang diduga hilang di era pemerintahan presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

“Terpaksa kami akan menghadap Pak SBY,” ujar Prasetyo di Kantor Presiden beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang dia terima, TPF saat itu telah menyerahkan dokumen asli ke SBY. Namun, penyerahan bukan ke Sekretariat Negara seperti yang selama ini dituduhkan pegiat HAM.

“Pak SBY sendiri apa masih ingat atau tidak ya?” ujar dia.
Namun, Prasetyo mengakui bahwa hal itu adalah pilihan terakhir. Prasetyo akan mencari dokumen itu ke mantan anggota TPF terlebih dahulu.

“Timnya kan sudah bubar. Tapi kami akan coba hubungi satu per satu dulu. Itu kan tidak mudah. Saya berharap mereka masih menyimpan dan menyerahkannya kepada kami,”Katanya (vivannews)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here