Oknum Hakim PN Tebo Usir Wartawan Saat Meliput Sidang Kasus Ijazah Palsu Jumawarzi

0
338

TEBO, INDEPENDEN NEWS.COM — Oknum Hakim Pengadilan Negeri Tebo, Provinsi Jambi melakukan pengusiran kepada sejumlah wartawan, pada Senin (3/2/20) pekan ini.

Kejadian tersebut terjadi saat para wartawan melakukan kegiatan peliputan proses sidang perkara perbuatan melawan hukum atas penggunaan gelar akademik palsu oleh Jumawarzi anggota DPRD aktif tebo.

Sangat disayangkan, pengusiran tersebut dialami para wartawan media Online, TV dan Media Cetak, ketika berlangsung agenda sidang pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada Jumawarzih atas penggunaan gelar akademik palsu.

Saat sidang berlansung tiba-tiba oknum hakim membentak dan memukulkan palu dengan keras, hingga membuat seluruh pengunjung ruangan Sidang terkejut, beruntung saat itu tidak ada pengunjung yang sedang sakit kelainan Jantung.

Tindakan arogansi oknum hakim ini sungguh diluar batas, hanya karena salah seorang wartawan media TV yang saat itu mengambil rekaman video suasana sidang sebagai bahan berita.

Bahkan Hakim ini membentak dengan Keras dengan kata kata yang tidak enak di dengar .

“Memukul palu sekuat tenaga, dan membentak dengan sangat keras, Keluar…Keluar.. para wartawan Bajingan…teriak hakim ini, sungguh alangkah naifnya jika semua hakim meniru kelakuan oknum hakim ini.

Pada hal dalam setiap Kegiatan Peliputan Wartawan dilindungi kebebasannya yang mana diatur dalam UU Pers No 40 Tahun 1999 yang berbunyi : Barang siapa yang menghalang-halangi tugas jurnalistik dikenakan kurungan 2 (dua) tahun penjara atau denda Rp 500.000.000,( Lima Ratus Juta Rupiah)

“Saya memang merekam saat itu, tetapi saya tidak membuat gerakan yang dapat menggangu suasana persidangan.” kata Wartawan TV kepada Media ini.

Sambungnya, apabila seandainya saya salah, alangkah baiknya hakim bisa menegur saya dengan cara yang lebih beradab

Menanggapi tindakan arogan oknum Hakim PN Tebo ini, wartawan media TV yang enggan namanya dipublikaiskan akan membuat laporkan ke Dewan Pers.

“Saya merasa di permalukan di depan umum, dan itu akan saya laporkan ke dewan pers, jika saya salah akan saya akui salah, tapi tidak begitu juga caranya.” tutupnya. (Hrf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.