IndependenNews.com, Medan | Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi marah dan mengusir pelatih biliar, Coki Aritonanq saat acara penyerahan bonus kepada atlet dan pelatih berprestasi di PON Papua XX, senin (27/12/2021).
Tak hanya mengusir, Edy juga menjewer coki karena dia tidur saat acara tengah berlangsung yakni penyerahan bonus yang diadakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur.
Kejadian berawal ketika Edy tengah memberi kata sambutan, Ia mengaku senang dengan prestasi kontingen Sumut pada ajang PON Papua oktober lalu.
Edy ingin dunia olahraga sumut semakin maju dan berprestasi, apalagi PON mendatang akan diselenggarakwn di sumatera utara dan Aceh, dia berharap sumut kembali berjaya dqn diperhitungkan di dunia olahraga.
“Kalau sudah jaya sumatera utara ini, mau kau ambil semua, ambil,” kata Edy yang disambut tepuk tangan peserta yang hadir.
Edy memberikan motivasi yang juga selalu diiringi tepuk tangan hadirin, namun, tiba-tiba dia melihat coki tidak ikut bertepuk tangan karena tertidur.
“Yang pakai kupluk itu siapa? Kenapa nggak tepuk tangan?” sebut Edy sembari menunjuk kerah coki.
Edy lantas memanggil coki ke panggung dan bertanya “Atlit apa kau?” dan Coki kemudian menjawab bahwa dia pelatih biliar. “Kau tak cocok jadi pelatih” ujar Edy.
Edy pun menjewer kuping coki, para atlet dan pelatih yang hadir disana sebagian besar tertawa, namun suasana langsung berubah hening saat edy mengusir coki keluar aula
“sudah pulang, tak usah dipakai lagi, kau langsung keluar, tak usah lagi disini” kata Edy.
Coki langsung keluar ruangan itu, Edy melanjutkan kata sambutannya dan meminta KONI dan Dispora mengevaluasi cabang olahraga biliar.
“Kadispora dan ketua KONI harus mengevaluasi kembali, jangan dipakai lagi,” ujar Edy.
Sementara itu, bonus yang diserahkan itu mencapai 11,1 miliar.
Menurut edy, bonus yang diberikan merupakan penghargaan atas perjuangan para atlet yang telah mengharumkan nama sumatera utara di level nasional.
Sebanyak 148 orang mendapat bonus, yang terdiri dari para atlet dan pelatih. Pada PON tersebut, Sumatera Utara meraih 10 medali emas, 22 medali perak, 23 medali perunggu.
Masing-masing atlet peraih medali emas mendapatkan bonus sebesar Rp 250 juta, perak Rp 125 juta, perunggu Rp 75 juta. Adapun pelatih yang atletnya meraih medali emas mendapat Rp 100 juta, perak Rp 75 juta dan perunggu Rp 50 juta.
“Totalnya Rp 11.1 miliar, ini menggunakan uang rakyat. Lima belas juta rakyat sumatera utara memberikan bonus ini melalui APBD kepada atlet yang berprestasi dan mengharumkan sumatera Utara, jadi kita harus pertanggung jawabkan ini,” tutup Edy. (Wendy/Tia vanny)