Independennews.com, Bintan | Sejumlah persatuan Nelayan berkumpul disalah satu rumah warga Berakit membahas terkait penolakan nelayan atas adanya aktifitas Jaring Hanyut. Rabu 26/7/2023.
Adapun aktifitas Jaring Hanyut dengan bot berukuran 30 GT tersebut sudah sangat meresahkan para nelayan.
“Jaring Hanyut ini sangat menggangu aktifitas nelayan kecil dan dapat juga merusak rompong sebagai alat tangkap kami,” ungkap salah satu nelayan.
Nelayan Berakit sangat kecewa dan kesal atas ulah nelayan dari luar Bintan yang tidak ada toleransi dalam beraktifitas di laut yang tidak memikirkan nasib nelayan kecil yang ada di Berakit.
Dikarenakan ulah nelayan nakal tersebut terus berlanjut, beberapa perwakilan dari nelayan Berakit menemui Ketua KNTI Bintan, Buyung.
Buyung yang juga menjabat Sekretaris KNTI Kepri ini meminta peran pemerintah Provinsi Kepri terkhusus Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepri, agar jangan tutup mata terhadap masalah para nelayan Berakit.
Ketua KNTI ini juga meminta agar permasalahan yang sedang terjadi tersebut diselesaikan secara bersama dengan tindakan cepat sebelum nelayan kecil menjadi marah dan murka serta mengambil jalan pintas yang bisa merugikan diri mereka kelak seperti yang terjadi di Tambelan beberapa waktu lalu.
“Saya berharap agar masalah ini cepat ditindaklanjuti oleh DKP, PSDKP, Bakamla dan pihak keamanan lainya. Untuk permasalahan ini kita tidak bisa tutup mata. Saya berharap para instansi terkait merespon dan menanggapi keluhan dari para nelayan,” tegasnya.
Dan dengan permasalahan ini jika tidak ditindak secepat mungkin sungguh
Nelayan kecil sangat terganggu dan dirugikan atas adanya kapal penangkap ikan yang besar ini yang dinilai tidak menjaga kelestarian terumbu karang tempat perkembangbiakan ikan dilaut.
Maka dari itu, sebagai Ketua dan juga beserta anggota KNTI meminta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan agar melakukan pemeriksaan izin dan jalur penangkapan.
“Jangan ada yang disembunyikan biar jelas batas-batasannya, ini menyangkut nasib hidup nelayan kecil,” tutup Buyung. (Jaka)