Nelayan Anambas Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Pemda Untuk Menindak Tegas Kapal Asing

0
190

ANAMBAS, Ratusan masyarakat Nelayan Kabupaten Anambas, yang bergabung dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Anambas, Kamis (03/09/20).

Aksi unjuk rasa para Nelayan ini guna menyampaikan asparasi penolakan terhadap operasi kapal-kapal asing di Perairan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pantauan Independen news.com massa mulai bergerak dari Pelabuhan tarempak menuju Kantor DPRD Anambas, dengan membawa spanduk yang isinya’ Nelayan Menolak Keras Kapal Asing, Cantrang dan Pukat Mayang.

BACA JUGA :

Setibanya di Kantor DPRD Anambas, para demonstran diterima Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Sekretaris Daerah bersama para Pimpinan DPRD dan Dinas.

Pada saat itu, Sekretaris HNSI Kabupaten Kepulauan Anambas Dedi Syahputra S.IP menyampaikan tuntun mereka yakni mendesak Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan DPRD Kepulauan Anambas agar menuntaskan dan realisasikan hasil rekomendasi oleh panitia khusus (PANSUS) DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas tentang Nelayan, menolak rencana pemerintah melegalkan alat penangkapan ikan cantrang atau trawl.

“Segera hentikan operasi alat penangkapan ikan cantrang atau trawl di perairan kabupaten kepulauan anambas-natuna bersarkan permen (peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 71 tahun 2016, tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia,”ujar Dedi Syahputra

BACA JUGA :

Dia juga mendesak lembaga atau instansi terkait melakukan pengawasan secara rutin dan melibatkan nelayan. Mendesak lembaga/instansi terkait memperkuat pengawasan dan bertindak tegas terhadap Kapal Ikan Asing di Perairan Anambas Natuna.

“Kami meminta adanya penertiban pelanggaran zona tangkap kapal mayang di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas Natuna, mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas serius dan sungguh-sungguh menyelesaikan persoalan nelayan,” imbuhnya

Dedi menambah, apabila desakan nelayan Kabupaten Kepulauan Anambas tidak diindahkan dalam 1×24 jam, Nelayan akan melakukan tindakan tegas di lapangan.

BACA JUGA :

Untuk menampung aspirasi para nelayan yang tergabung di dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, DPRD Anambas dan Pejabat lainnya mengajak para nelayan berdialog di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas.(RS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here