Mutasi virus Covid -19 Varian B.1.1.7 Ditemukan di Indonesia

0
218
Foto : Ilustrasi

Independennews.com -Jakarta, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa pandemi tengah melanda Indonesia selama 1 tahun, sampai saat ini kembali muncul 2 kasus mutasi virus baru corona. Ia mengkomfirmasi bahwa virus B.1.1.7 telah sampai ke Indonesia.

Hal tersebut di sampaikan oleh Beliau dalam acara inovasi Indonesia untuk Indonesia pulih Pasca-pandemi, yang disiarkan langsung di kanal YouTube Kamenristek/Brin, Selasa (2/3/2021).

Dilansir kompas.com Jumat (5/3/2021) temuan tersebut merupakan hasil dari pemeriksaaan 462 sempel dengan menggunakan medote WGS (Whole Genome Sequencing) yang telah di uji beberapa bulan terakhir dan hasilnya terdapat 2 kasus mutasi daripada virus corona B.1.1.7, sama seperti yang ditemukan di Inggris November 2020 lalu.

Fakta nya virus B.1.1.7 lebih menular daripada virus sebelumnya, hal ini disebabkan jenis virus ini mampu menggandakan atau memperbanyak diri lebih cepat daripada virus yang sebelumnya dalam tenggorokan.
Sebuah studi universitas di Inggris menyatakan bahwa pasien yang menderita Covid dengan Varian B.1.1.7 memiliki viralout yang lebih tinggi daripada virus sebelumnya, viralout inilah yang menentukan tingkat penularan virus.

Beberapa Negara telah melaporkan bahwa kasus serupa juga telah terjadi, seperti Singapura, India, Malaysia dan Korea Selatan. Menurut  kantor statistik nasional Inggris atau ONS orang yang terkena virus ini akan lebih merasakan gejala daripada varian sebelumnya, gejala tersebut seperti betuk,sakit tenggorokan,kelelahan dan nyeri otot.

Para alhi menyebutkan bahwa peningkatan gejala ini disebabkan oleh virus varian ini lebih mudah menular dan menyebar ke seluruh tubuh.

Akan tetapi para ahli menyatakan bahwa vaksin Covid – 19 tetap efektif dalam mencegah virus varian baru ini dan akan tetap terditeksi oleh ujI VCR, oleh karena itu ilmuwan terus mempelajari virus ini lebih lanjut untuk memahami penularan dan memastikan efektifitas vaksin dapat melindungi orang dari virus varian baru ini.

Saat ini belum terbukti bahwa virus varian baru ini dapat menimbulkan penyakit yang lebih parah pada orang yang terkena virus B.1.1.7 atau meningkatkan resiko kematian.
(Sum :  Kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here