Monumen Arek Lancor Jadi Tempat mesum, Ini Tanggapan Pol PP Pemekasan

0
992

PAMEKASAN,Independen News.com- Monumen Arek Lancor merupakan salah satu Icon wisata Pemekasan. Letaknya yang strategis dijantung kota menjadikannya sebagai tempat untuk memanjakan diri oleh masyarakat pemekasan. Saat liburan tak sedikit masyarakat memilih tempat ini untuk berteduh dan bersantai. Keindahan pada Areal taman di sekitar Monumen tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Selain itu, tempat tersebut juga dijadikan para kaulamuda untuk nongkrong.
Monumen ini tidak hanya ramai pada saat Liburan Saja, bahkan bisa dikatakan ramai oleh pengunjung setiap hari selama 24 jam.

Hasil pantauan independenNews.com, ada hal yang membuat kawasan monument tidak nyaman, Karena sejumlah remaja menjadikan kawasan monument arek loncor sebagai tempat berpacaran bahkan melakukan mesum,  suasana gelap dan remang remang dimanfaatkan untuk melampiaskan kesepian para kaula muda atau warga yang sengaja bercinta.

“Kawasan Monumen yang seharusnya jadi tempat sakral, kini berubah menjadi tempat bepacaran Dan bermesum ria oleh kaula muda, ” tutur Soheb salah seorang warga Pamekasan kepada independenNews.com, saat dijumpai di lokasi monumen, Jumat (12/10/17)

Kata Soheb, tindakan para pemuda ini sangat memiriskan Hati, karena kebebasan mereka melakukan hal hal yang semestinya tidak dilakukan ditempat kawasan monumen. Meskipun Demikian perbuatan para pemuda itu, tak ada yang bisa melarang atau menindak perbuatan mereka. Hal itu membuat para pemuda bebas melakukan aksi??

“Memang, seharusnya yang berkompeten menindak kelakuan para pemuda ini  merupakan wewenang Satuan polisi Pamong Praja, namun institusi ini seakan-akan tutup mata, bahkan terkesan ada pembiaran,” ujar Soheb

Lebih jauh Soheb mengatakan bahwa dirinya sangat berharap ada pengawasan dari pihak terkait. Sebab jika dibiarkan akan mengundang amarah warga lainnya. Jangan Sampai Ada tindakan anarkis Dari masyarakat sehingga akan memperburuk suasana.

“tidak hanya itu, dia menganjurkan agar masyarakat yang sering mengunjungi monumen arek Lancor, khususnya muda-mudi untuk menghormati dan menjaga jargon kota Pamekasan yaitu kota Gerbang Salam,” pintanya

“Kepada Satpol PP yang bertugas di penjagaan sering-seringlah berjalan-jalan untuk memantau keadaan sekitar monumen atau paling tidak membuat warning dibaleho atau tulisan peringatan,” katanya dengan penuh harap.

Sementara Kasi Operasi Satpol PP Kabupaten Pamekasan saat dihubungi melalui via selularnya, Misyanto mengaku bahwa pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin menjaga areal Monumen Arek Lancor agar bersih dari mesum tindakan mesum.

“Kami terus berupaya melakukan pengawasan semaksimal mungkin, tetapi dengan segala keterbatasan Karena kurangnya personil Satpol PP dan fasilitas pendukung.”ujarnya

Saat ini, kami memberlakukan sistim bergantian untuk menjaga kawasan Arek Lancor memang belum begitu maksimal karena kurang personil.

“Personel satuan Polisi Pamong Praja yang ditempatkan hanya berjumlah 8 orang, mereka dibagi menjadi dua Sift yakni 4 orang bertugas pagi Dan 4 orang bertugas malam. Sementara CCTV yang ada tidak menjangkau areal taman secara keseluruhan, jadi ketika ada yang berbuat tidak senonoh itu kurang terpantau,” tuturnya.

 

(Anton)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here