Massa Melayu Melawan Desak BP Batam Hapus UWTO

0
755

Batam-Demo lanjutan hari ini lebih menekankan pada penghapusan tarif UWTO, ratusan massa mengatasnamakan Melayu Melawan mendesak BP Batam menghapuskan UWTO yang selama ini mereka anggap menyusahkan Masyarakat.

Pantauan IndependenNews.com massa menggunakan ikat kepala dan gelang di tangan terbuat dari kain berwarna putih.

Menurut Ori koodinator aksi demo mengatakan ikat kepala dan gelang menunjukkan sebagai anggota atau peserta demo. Sedangkan ikat gelang ditangan menunjukkan koordinator masing masing wilayah.

Dia mengatakan bahwa tujuan pemakaian ikat kepala dan gelang tangan tersebut untuk menghindari oknum yang ingin merusak aksi damai ini, sekaligus mengenali peserta demo. jangan sampai ada orang yang ingin membenturkan massa dengan aparat.

“Kita tidak ingin gerakan ini ternodai oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, jadi kita harus mengantisipasi hal itu.”terangnya

Sementara itu, para orator dalam orasinya mendesak penghapusan UWTO, Penerapan UWTO dinilai melukai masyarakat Batam yang sudah tinggal lama dan beranak cucu di daerah ini,”teriak demontran dalam orasinya melalui pengeras suara

Selain itu, mereka meminta perwakilan BP Batam untuk datang menemui pendemo di lapangan.

“Kami minta perwakilan BP Batam turun menemui kami, kalau tidak kami akan merengsak masuk dan menduduki Kantor BP Batam,” teriak demontran

Untuk pengamanan demo, Kapolres Barelang tampak membaur dengan massa, namun kehadiran kapolres ditolak demontran dan meminta pejabat BP Batam langsung menemui massa.

Setelah ada kesepakatan, maka pejabat BP Batam langsung menemui massa yang di wakili pejabat Deputi 5 Gusmardi Bustami Deputi 5 selaku bidang pelayanan.

Ia mengatakan kenaikan UWTO adalah kebijakan Pemerintah pusat.

“Kami mengerti aspirasi masyarakat Batam, namun kenaikan UWTO tersebut sudah sesuai atas dasar pertimbangan wilayah yang kecil,” ujarnya.

Menurut Gurmardi, kenaikannya UWTO cuma sedikit, malahan yang memiliki luas tanahnya cuma 70 meter tarifnya turun,” ucap Gusmardi di atas mobil speaker kepolisian.

Atas keterangan tersebut, pihak pendemo tidak terima keterangan perwakilan BP Batam dan meminta Gusmardi turun.

Dalam orasinya para pendemo menolak adanya PMK dan perka terkait kenaikan UWTO karena telah melukai masyarakat Batam.(Niko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here