Mahasiswa STAIN Gelar Lepas Pisah di Akhir Acara Praktik

0
344

Pamekasan, Independen News.com – Di akhir pelaksanaan Praktik Mengajar (PM2) dan Praktik Manajemen Pendidikan (PMP2), Kamis pagi (12/10/17) Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam menggelar Lepas Pisah Di SMAN 3 Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pelaksanaan Praktek Mengajar dan Praktek Manajemen Pendidikan jurusan tarbiah gelombang 1 Mahasiswa STAIN Pamekasan berakhir dengan pelaksanaan praktik terhitung dimulai pada tanggal 4 september hingga 12 Oktober 2017. Para mahasiswa ini akan kembali ke kampus setelah sebulan penuh menerapkan ilmunya ditengah masyarakat.

Pada kesempatan itu, Akh. Syafi’i selaku Koordinator sekolah (Korsek) di SMAN3 Pamekasan mengucapkan banyak terimakasih kepada semua guru yang telah sudi membimbing dan memberian arahan dalam proses pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

“Mudah mudahan setelah pelaksanaan KBM ini kami kedepannya dapat dipermudah dan diperlancar dalam menggapai cita-cita kami kedepannya,” lugasnya.

Menurut Syafi’i yang saat ini masih semester 7 di STAIN Pamekasan, menambahkan bahwa mahasiswa yang melaksanakan KBM ini jauh dari kesempurnaan.

“Mahasiswa yang hanya banyak belajar teori dan minim praktik di lapangan ini tentu akan menjadi ketidak puasan Siswa ketika proses KBM ini berlangsung,” imbuhnya.

Lanjut Syafi’i “Terakhir kami berharap bahwa perpisahan ini bukanlah akhir dari silaturahmi kita semua. Jangan sampai selesai PM dan PMP ini berakhir maka hubungan dan juga komunikasi kita juga berakhir,” tambahnya.

Sementara DPL Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag mengatakan bangga terhadap kepala sekolah, karenannya pihak SMAN3 Pamekasan terbuka untuk siapa saja yang mau melaksanakan penelitian atau praktik.

“Terimakasih atas kerjasamannya serta bimbingannya terhadap Mahasiswa yang melaksanakan praktik KBM. Mudah-mudahan praktik ini menjadi bekal nanti ketika keluar dari Kampus STAIN Pamekasan,” tambahnya.

Derektur Pasca Serja STAIN Pamekasan ini menyarankan terhadap Mahasiswa untuk selalu mengasah kemampuan yang dimilikannya, agar menjadi tenaga pendidik yang profesional.

Pasalnya, menjadi tenaga pendidik yang profesional itu tidak semudah apa yang kita bayangkan. Jadi tenaga pendidik perlu belajar banyak hal.

“Belajar dan praktik menjadi salah satu kunji untuk jadi tenaga pendidik sukses,” tutupnya.

Hadir dalam acara itu, kepala sekolah SMAN 3 Pamekasan, Abd. Azis, dan DPL Dr. Zainuddin Syarif, M.Ag serta puluhan Siswa SMAN3 Pamekasan.

 

(Anton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.