Independennews.com | Agam – Sebanyak sembilan siswa SMKN 1 Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, berhasil lulus seleksi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan diterima di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Kepala SMKN 1 Tilatang Kamang, Salim Ahmad, S.Pd., mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas capaian luar biasa para siswanya.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang para siswa, yang juga didukung oleh bimbingan para guru serta doa dari seluruh keluarga besar sekolah,” ujar Salim Ahmad pada Rabu (11/6).
Ia menjelaskan, hingga saat ini telah tercatat sembilan siswa SMKN 1 Tilatang Kamang yang lolos SNBT dan diterima di berbagai universitas negeri.
“Atas prestasi ini, saya merasa bangga dan turut berbahagia. Selamat kepada seluruh siswa yang lulus. Semoga capaian ini bisa menjadi motivasi bagi adik-adik kelas untuk terus berusaha meraih impian mereka,” tambahnya.
Salim Ahmad berharap agar para siswa SMKN 1 Tilatang Kamang semakin percaya diri dalam menggapai cita-cita mereka.
“Tidak perlu ragu untuk bermimpi besar. Selama ada usaha dan kesungguhan, insyaallah semuanya mungkin. Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang jumlah siswa yang lolos ke perguruan tinggi semakin meningkat,” tuturnya.
Selain pencapaian di jalur SNBT, Salim Ahmad juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sepuluh siswa SMKN 1 Tilatang Kamang yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang memberikan pembekalan bagi siswa SMK sebelum mengikuti magang kerja di luar negeri.
“Para siswa dibekali berbagai keterampilan, termasuk pelatihan bahasa dan pemahaman budaya Jepang,” jelas Salim.
Ia menambahkan bahwa program pemagangan ini menjadi nilai tambah bagi sekolah. “Kami berharap dengan adanya program ini, minat masyarakat untuk mendaftarkan anak-anak mereka ke SMKN 1 Tilatang Kamang semakin tinggi setiap tahunnya,” tutupnya.
(Dioni) editor : Gusman