Lapas Narkotika Sawahlunto Promosikan Kota Sawahlunto Lewat Batik Tangsi Orang Rantai

Independennews.com | Sawahlunto – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Sawahlunto pada 17 Agustus 2025 berlangsung istimewa.

Selain penyerahan remisi bagi warga binaan, acara yang digelar di Aula Lapas tersebut juga menjadi ajang penting untuk memperkenalkan inovasi kreatif Batik Tangsi Orang Rantai. Program ini diprakarsai oleh Kepala Lapas Narkotika Sawahlunto, Ressy Setiawan, sebagai wujud partisipasi dalam mempromosikan Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang Berbudaya yang telah diakui UNESCO.

Batik Tangsi Orang Rantai merupakan karya orisinal warga binaan dengan motif khas yang terinspirasi dari sejarah tangsi orang rantai pada masa penjajahan Belanda di Sawahlunto.

Dalam kesempatan tersebut, Ressy Setiawan menyerahkan secara simbolis sehelai baju Batik Tangsi Orang Rantai kepada Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.I.P. Penyerahan disaksikan oleh unsur Forkopimda, instansi terkait, serta warga binaan penerima remisi.

“Ini adalah bentuk partisipasi Lapas Narkotika Sawahlunto dalam mengkampanyekan Sawahlunto melalui media batik. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik jeruji, warga binaan tetap memiliki potensi besar untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Ressy.

Wali Kota Sawahlunto menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan rasa bangganya. Ia berharap Batik Tangsi Orang Rantai tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki daya jual dan mampu mengangkat nama Sawahlunto di kancah nasional maupun internasional.

Kegiatan ini diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya, sehingga kelak saat kembali ke masyarakat, mereka telah memiliki keterampilan yang mumpuni. Batik Tangsi Orang Rantai menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan semangat bangkit bisa tumbuh meski dari balik jeruji.

You might also like