Dari Madrasah Pinggiran ke Panggung Nasional — MAN 4 Pesisir Selatan Ukir Sejarah di Olimpiade Madrasah Indonesia 2025

Independennews.com | Pesisir Selatan – Di antara deru ombak Samudra Hindia dan hamparan hijau pesisir barat Sumatera, kabar bahagia menggema dari sebuah madrasah yang selama ini dikenal dengan kesederhanaannya, namun berjiwa besar: MAN 4 Pesisir Selatan, Jumat (10/10).

Untuk pertama kalinya sejak berdiri, empat orang siswa madrasah tersebut berhasil menembus babak nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025. Capaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga bagi seluruh dunia pendidikan di Sumatera Barat.

Keempat siswa tersebut adalah Abdal Badal (Geografi), Jumatus Saqdiah (Matematika), Dival Buhardika Putra (Kimia), dan Mykentri Yorani (Biologi). Mereka kini menjadi simbol kebangkitan semangat juang madrasah daerah — membuktikan bahwa dari pinggiran pun dapat lahir prestasi yang gemilang di panggung nasional.

Kepala MAN 4 Pesisir Selatan, Syamsurijal, S.Ag., M.Si., tak dapat menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian luar biasa ini.

“Alhamdulillah, ini adalah sejarah baru bagi MAN 4 Pesisir Selatan. Perjalanan panjang yang penuh tantangan ini kami lalui dengan keyakinan bahwa kerja keras, kesabaran, dan pembinaan yang sungguh-sungguh pasti membuahkan hasil terbaik,” ujar Syamsurijal dengan mata berbinar.

Menurutnya, capaian ini tidak terjadi secara kebetulan. Sejak awal tahun, para guru bidang studi telah melakukan pembinaan intensif dan terarah, menyusun strategi belajar, hingga mendampingi para peserta dengan penuh dedikasi.

Di tengah keterbatasan fasilitas dan letak geografis yang jauh dari pusat kota, para siswa tetap menunjukkan semangat pantang menyerah.

“Yang membuat kami terharu bukan hanya hasilnya, tetapi perjuangan mereka — belajar hingga larut malam, berdiskusi di ruang sederhana, bahkan menempuh perjalanan jauh hanya untuk ikut seleksi. Mereka adalah inspirasi nyata bahwa prestasi tidak mengenal batas wilayah,” tambahnya.

Keempat siswa tersebut kini akan membawa nama Sumatera Barat ke ajang OMI tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Provinsi Banten. Mereka bukan sekadar peserta, tetapi wakil generasi muda madrasah yang siap membuktikan bahwa kualitas pendidikan madrasah mampu bersaing di tingkat nasional.

Kebanggaan juga datang dari Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sumatera Barat, H. Hendri Pani Dias, S.Ag., M.A., yang menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih siswa-siswi madrasah kita. Ini bukti nyata bahwa anak-anak madrasah memiliki potensi luar biasa dan siap bersaing di tingkat nasional. Kami berharap mereka dapat membawa nama baik madrasah dan Sumatera Barat di kancah nasional,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah sinergi antara guru, siswa, dan orang tua yang saling mendukung.

“Prestasi ini tak lahir dari kebetulan. Ini hasil kerja keras, keikhlasan, dan semangat belajar yang tinggi. Kami di Kanwil Kemenag Sumbar akan terus memberikan dukungan agar mereka dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin dan membawa pulang prestasi membanggakan bagi Sumatera Barat,” tegasnya penuh optimisme.

Di MAN 4 Pesisir Selatan, semangat kebersamaan bukan hanya slogan. Setiap guru menjadi pembimbing, setiap siswa menjadi pejuang, dan setiap orang tua menjadi pendukung utama.
Mereka menyadari bahwa pendidikan madrasah bukan sekadar menimba ilmu, melainkan juga menanamkan nilai-nilai keikhlasan, tanggung jawab, dan iman.

Kini, madrasah yang dulu dikenal dengan segala keterbatasannya itu menjelma menjadi simbol “Madrasah Berprestasi dari Pesisir” — membuktikan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh besar kecilnya fasilitas, tetapi oleh besarnya tekad dan ketulusan hati.

“Prestasi ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Kami ingin anak-anak ini menjadi inspirasi, bukan hanya bagi madrasah lain di Sumatera Barat, tetapi juga bagi seluruh madrasah di Indonesia — bahwa dari madrasah kecil pun bisa lahir juara nasional,” tutup Syamsurijal dengan penuh harap.

You might also like